Derita Penyakit Kelainan Kulit, Ayu Butuh Perhatian

CIAMIS, (KKPOL).- Seorang anak perempuan Ayu Sri Rahayu (8) di Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis menderita penyakit kelainan kulit.

Di mana kondisi kulit di sekujur tubuhnya mengelupas terlihat seperti sisik. Penyakit init sudah diderita ayu sejak lahir. Sudah setahun terakhir ini tidak berobat lantaran terkendala biaya.

Kondisi anak perempuan pasangan Wahyu dan Siti ini cukup memprihatinkan. Seluruh kulitnya mengeras seperti dililit plastik, sehingga membuat badannya terlihat kaku. Dengan kondisi ini Ayu terpaksa tidak bisa sekolah, karena seringkali sakit demam. Meskipun saat ini usianya 8 tahun sudah masuk usia sekolah SD.

Meski tidak bersekolah dengan kondisi seperti itu namun Ayu tidak minder, ia tetap bersemangat terutama dalam belajar. Ayu sudah mampu menulis, menggambar dan menghafal surat-surat pendek atas didikan orang tuanya.

Wahyu, ayahanda dari Ayu mengatakan sudah setahun terakhir ini sudah tidak lagi berobat ke dokter spesialis kulit ke rumah sakit Banjar. Karena keterbatasan biaya terutama untuk ongkos, terlebih Wahyu hanya berprofesi sebagai petani.

Menurutnya, seharusnya Ayu dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mengobati penyakitnya. Karena penyakit kulitnya ini terbilang langka.

Meski untuk biaya pengobatannya dijamin oleh Kartu Indonesia Sehat (KIS), tapi Wahyu mengaku tidak memiliki ongkos dan biaya untuk berada di Bandung saat anaknya menjalani perawatan.

“Sekarang pengobatan alternatif saja dengan menggunakan minyak zaitun di oles-oles ke seluruh kulit. Kalau ke Bandung kendala biaya makan ongkos, nginep,” ujar Wahyu saat dihubungi Senin (23/4/2018).

Menurut Wahyu, seperti anak-anak yang lain Ayu juga sering bermain di sekitaran rumahnya. Kalau temannya menjauh, paling Ayu pulang dan main sendiri dengan belajar menulis atau menggambar.

“Kondisinya seminggu sembuh seminggu sakit, sakitnya panas pilek batuk. Kulitnya ini kan sudah kering,” katanya.

Wahyu mengatakan penghasilannya sebagai petani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga ia mengaku sangat membutuhkan uluran tangan dermawan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Bantuan dari Pemerintah itu ada kartu waluya untuk pengobatan. Tapi untuk bantuan yang lainnya tidak ada,” pungkasnya

Diungkapanya, pihaknya merasa bersyukur telah ditengok oleh calon bupati dan wakil bupati no urut 1 Herdiat-Yana D Putra.

“Kami merasa terharu sekali dengan kedatangan H.Herdiat beaerta ibu Hj.Kania dan juga Yana D Putra menjengok sekaligus memberikan bantuan yang tak hanya sebatas moril namin meteril, hatur nuhun kana kasaean p.Herdiat,” ujar Wahyu (Yogi T Nugraha)***

Komentari