Di Pasar Banjar, Penjual Buah-buahan Jualan Ciu

BANJAR, (KAPOL).- Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Banjar berhasil membongkar perdagangan minuman keras jenis ciu dari pedagang pasar Banjar yang biasa menjual buah- buahan Sabtu (12/5/20218).

Penangkapan pelaku penjual ciuman tersebut langsung menjadi perhatian warga pasar dan masyarakat. Termasuk calon pembeli buah-buahan. Pelaku langsung digelandang polisi ke Mapolres Kota Banjar.

Kasat Sabhara Polres Banjar, AKP Maman B.Jiji didampingi Kasat Reskrim Polres Banjar, Jaya Sofyan, penangkapan pelaku penjual miras jenis ciu berawal dari tertangkapnya seorang pengamen, di sekitar tukang DVD/VCD.

“Pengamen itu mengaku sudah minum ciu yang dibelinya dari sekitar Pasar Subuh Banjar. Selanjutnya, pengamen tersebut mengantarkan kami menuju lokasi penjulan ciu. Ternyata, penjualan ciu tersebut ditempat penjualan buah-buahan di Pasar Banjar,” ujar AKP Jaya Sofyan dan AKP Maman.

Dijelaskan dia, pengamen yang mengkonsumsi ciu, AD (20) warga Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Adapun penjual ciu RU (16) warga Jadimulya, Kelurahan Hegarsari, Kec Pataruman, Kota Banjar.

“RU ditangkap dengan barang bukti 17 kantong plastik ciu, siap dipasarkan. Ciu itu sudah dikemasnya berukuran besar dan kecil. Untuk mengelabui kepolisian, ciu yang sudah dikemas tersebut dimasukan pelaku pada kantong plastik berwarna hitam,”ujar AKP Maman, seraya menegaskan, proses hukum selanjutnya pelaku itu ditipiring.

Menurut dia, operasi penyakit masyarakat yang digelar sekarang ini merupakan operasi lodaya tahun 2018 jelang Ramadan 1439 H/2018 M.

“Hari pertama operasi lodaya ini digelar, kami berhasil menangkap dua pelaku itu,” ujarnya.

Lebih lanjut AKP Maman menargetkan, selama Ramadan Banjar bersih dari penjualan miras dan praktek prostitusi. “Dipastikan semua penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu kekhusuan yang menjalan ibadah puasa ditindaknya. Seperti penjualan petasan, miras, prostitusi di kosan atau hotel nantinya,” ujarnya.

Seorang penjual ciu, RU mengakui, dirinya hanya pegawai saja. “Ciu berukuran besar dijual Rp 20 ribu dan ukuran kecil dijualnya Rp 5000 per kantong plastik. Ciu tersebut dikirim dari Wangon ,”ujar RU.

Menyusul aksi penangkapan pelaku penjualan miras ciu yang dilakukan Polres Banjar, sejumlah masyarakat Banjar, seperti Ahmad (45) dan Rahmat (51), mengapresiasi positif dan mendukung langkah lebih tegas lagi kepada pelaku penjual miras di Kota Banjar tanpa terkecuali.

“Kami mendukung semua penjual miras di Kota Banjar ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku supaya para pelaku jera. Baik, itu miras yang dibuat tradisional seperti ciu atau miras pabrikan. Namanya miras itu pasti memabukan dan secara tegas sudah dilarangnya dalam agama Islam,” ujar seorang warga Banjar, Ahmad (45).

Ditambahkan Rahmat, dirinya mengharapkan visi Banjar yang berlandaskan iman dan takwa itu benar-benar mampu direalisasikan di tengah kehidupan masyarakat Banjar.

“Dari mengkonsumsi miras itu, awal aneka kriminal berikutnya. Berlatar itu, razia miras jelang ramadan diharapkan menyeluruh sampai pelosok, penjual besar dan kecil ditindaknya tanpa diskiriminasi,” ujarnya. (D.Iwan)***

Komentari