Didi Irawadi, Pemilu Harus Pererat Persatuan dan Kesatuan

KAWALI, ( KAPOL).- Pesta Demokrasi di Indonesia sesaat lagi akan digelar, tepatnya tanggal 17 April 2019, Pemilihan Umum Presiden, Anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten.

Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif ini diikuti oleh 16 Partai yang berlomba-lomba memberikan kader terbaiknya untuk “bertarung” mendapat kepercayaan masyarakat dan juga tentunya akan menjalankan amanah dari masyarakat yang telah memilihnya.

Hal itu disampikan Didi Irawadi Syamsudin, anggota DPR RI di hadapan para tokoh masyarakat dan ibu- ibu kader Pos Yandi dari Kecamatan Kawali, Lumbung dan Cipaku saat acara kegiatan sosialisasi empat pilar yang berlangsung di bale Reka Paminton Bumi Niskala Astana Geda Kawali, Selasa ( 15/1/2018).

“Di indonesia, saya rasa masyarakatnya memiliki perhatian yang luar biasa terhadap pemilihan umum, dengan aktifnya berinteraksi di dunia media sosial, turun ke jalan untuk memberikan visi misi kepada masyarakat bahkan terkadang terjadinya sedikit “gesekan” karena berbeda partai, calon anggota legislatif bahkan berbeda calon Presiden pilihannya,” jelasnya.

Menurut dia, memilih Presiden dan anggota legilatif adalah amanah menjalankan Undang-undang yang ada di Indonesia, tetapi masyarakat untuk tetap menjaga toleransi antara masyarakat dengan tidak melontarkan kata atau kalimat-kalimat yang bisa memecah belah persatuan.

“Karena saya beranggapan bahwa dengan adanya Pemilihan Umum Presiden dan anggota legislatif ini, bisa semakin mempererat kesatuan dan persatuan bangsa dengan seringnya bertukar visi misi, informasi dan juga semakin berlomba untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Di dalam Pancasila, khususnya sila ketiga yang berbunyi, “PERSATUAN INDONESIA” , sudah jelas maksud dari sila tersebut, yaitu seluruh masyarakat Indonesia harus bersatu dalam kebaikan pastinya. Negara, masyarakat, dan bangsa yang tidak mudah di pecah belah oleh bangsa lain.

Dan  pastinya juga tidak mudah diprovokasi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan Rakyat, Bangsa dan negara Indonesia karena memiliki kepentingan untuk mendapatkan keuntungan semata. 

“Saya akan selalu berusaha untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia, dan saya yakin dengan adanya Pemilu serentak ini, bisa menjadi alasan yang kuat untuk masyarakat lebih menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

“Saya mengingatkan kepada diri saya sendiri dan juga mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu berpikir positif dan selalu menjaga jati diri bangsa Indonesia yang saling beramah-tamah. Agar kedepannya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini semakin di pandang dan dihargai oleh negara-negara lain,” ujarnya. (Endang Setia Budi). ***