Dilarang Jualan di Pengkolan, PKL Datangi Bupati

GARUT, (KAPOL).- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan dikawasan Perkotaan Garut atau Pengkolan mendatangi Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Mereka yang tergabung pada kepengurusan Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) itu, meminta ke Bupati untuk bisa kembali berjualan di lokasi semula sebelum Gedung PKL 1, 2 di perbaiki.

Menurut pedagang, mereka enggan berjualan dilokasi gedung tersebut dengan alasan kurang pembeli.

“Kami juga pernah berjualan baik di gedung PKL 1 maupun 2 kurang lebih delapan bulan namun sepi pembeli. Kalahkah bangkrut ripuh pisan,” kata ketua LPKLG, Tatang didampingi pedagang lainnya.

Sejumlah pedagang lainnya, menilai kebijakan Pemerintah Daerah tak adil, karena sebagian pedagang lainnya malah bebas berjualan di bahu jalan seperti di Jalan Siliwangi, Cikuray, Ciledug, Mandalagiri, dan ruas jalan lainnya. Termasuk berjualan disaat car free day (CFD) setiap Minggu.

Menanggapi permintaan tersebut, Bupati dengan tegas menolak permohonan para pedagang.

“Tidak bisa ditawar lagi. Dari mulai alun alun hingga depan Asia Mall tidak boleh ada pedagang. Dulu saya sudah memberikan kebijakan silahkan ditata dengan baik jangan pakai tenda biru, jangan semrawut sehingga tidak terkesan kumuh. Tapi semua itu tidak dituruti. Makanya sekarang saya tegas,” tegasnya.

Bahkan, menurut bupati, dampak dari semrawutnya pedagang itu, masyarakat Garut jadi marah.

“Saya di di caci maki saya disebut ini itu. Makanya larangan PKL berjualan di zona merah atau disepanjang jalan Ahmad Yani itu sudah harga mati,” kata bupati.

Ia menuturkan, terkait dengan gedung PKL 1 dan 2, pihaknya juga akan mengevaluasi bangunan itu.

“Tentunya hal itu akan kita lakukan, kita akan perbaiki, seperti halnya gedung Garut plaza yang tak jauh dari lokasi itu,” katanya.

Namun begitu, bupati menganjurkan para PKL untuk berjualan masih di Jalan Jendral Ahmad Yani mulai persimpangan Asia Mall hingga kawasan persimpangan Sukaregang.

“Silahkan berjualan di wilayah Ciledug atau dari Sumbersari, Ciwalen sampai ke wilayah Timur Sukaregang. Ahmad Yani. Kan kawasan tertib lalulintas (KTL) itu hanya sampai Asia, nah dari Asia ke timur itu silahkan sebelum gedung PKL diperbaiki,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, mulai Rabu (10/7) pagi PKL tidak boleh berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau Pengkolan. (Dindin Herdiana)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...