Disdik Serahkan Proses Hukum Oknun Guru Yang Tega Garap Anak Tirinya Ke Polisi

SINGAPARNA, (KAPOL).-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Wardana mengaku sangat prihatin terhadap adanya oknum guru di lingkungan kecamatan Cigalontang yang terlibat tindak kasus asusila, Senin (24/6/2019).

Dinas Pendidikan pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus ini kepada pihak kepolisian, karena memang saat ini pelakunya sudah diamankan polisi dan mendekam di sel tahanan Polres Tasikmalaya.

Selain menghadapi ancaman hukuman pidana, pelaku kasus asusila yang merupakan berstatus PNS ini juga terancam sanksi pelanggaran ASN. Dimana sesuai Peraturan Pemerintah nomor 53 Thun 2010 tentang disiplin pegawai, dikatakan Dadan, tentu akan ada sanksi-sanksi yang dijatuhkan.

Biasanya itu dilakukan oleh atasannya langsung, yakni kepala sekolah tempat pelaku bekerja. Dadan pun berharap kasus ini merupakan pertama dan terakhir yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.

“Itu merupakan oknum, yang sudah tidak mengindahkan kaidah-kaidah agama dan aturan lainnya. Saya kira ini menjadi pelajaran bagi kami untuk melakukan pembinaan-pembinaan selanjutnya,” jelas Dadan.

Sebelumnya diberitakan, seorang ayah tiri, Iyan R (57) warga Desa Tanjungkarang Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya tega menggarap anak tirinya sendiri, LB (15). Pelaku yang ternyata berstatus PNS dan bekerja sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar di kecamatan Cigalontang ini mengaku ‘kausap setan’ hingga menyetubuhi anak tirinya lebih dari 10 kali.

Perbuatan itu dilakukan pelaku di rumahnya sejak bulan September 2018, manakala ibu korban sedang berada di luar rumah. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...