Disdukcapil Meraih Sertifikasi SNI ISO 9001:2015

BANJAR, (KAPOL).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjar meraih penghargaan Sertifikasi SNI ISO 9001:2015.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Banjar, Hj.Ade Uu Sukaesih, seusai upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda 2018 di Taman Kota Lapang Bhakti Banjar, Senin (29/10/2018).

Wali Kota Banjar, Hj.Uu Sukaesih dan Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, berharap OPD lain mampu berprestasi, mengikuti jejak sukses pelayanan sesuai SNI ISO 9001 : 2015.

“Diharuskan OPD lain mampu mengikutinya dan termotivasi untuk meraih penghargaan SNI ISO 9001 : 2015. Termasuk stakholder lain seperti TNI/Polri untuk memberikan pelayanan yang lebih baik di masa mendatang,” kata Hj.Ade Uu Sukaesih.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R Kalyubi. ” Saya apresiasi positif terhadap Disdukcapil Kota Banjar. Diharapkan penghargaan yang sudah diraih itu (SNI ISO 9001 : 2015) dipertahankan dan terus ditingkatkannya,” ucap Dadang kepada “KAPOL”.

Kepala Disdukcapil Kota Banjar, M. Aan Suparan didampingi Sekretaris Disdukcapil Kota Banjar, H.Entus Heryana, mengakui, Disdukcapil Kota Banjar merupakan OPD pertama di Kota Banjar yang berhasil meraih sertifikat SNI ISO 9001 : 2015.

“Alhamdullilah, Disdukcapil menjadi pelopor yang meraih penghargaan SNI ISO 9001 : 2015. Ditargetkan pelayanan kepada masyarakat lebih ditingkatkan lagi,” kata M.Aan Suparan.

Ditambahkan H.Entus, SNI ISO 9001:2015 adalah Sistem Manajemen Mutu, yang merupakan suatu Standar pelayanan bertaraf Internasional.

Sistem Manajemen Mutu ini diterbitkan PT. Tirta Murni, sebuah Lembaga Sertifikasi ISO yang telah TerAkreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan berdomisili di Depok Jawa Barat.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah mendapatkan sertifikasi ISO, dipastikan tidak langsung puas, karena ISO bukan hanya sebagai simbol saja.

Menurutnya, PT. Tirta Murni Sertifikasi selaku pemberi Sertifikasi ISO, akan selalu melakukan Pengawasan Audit setiap tahunnya.

“Jika implementasi ISO tidak berjalan, maka Sertifikat ISO akan di bekukan dan selanjutnya dicabut dan dipublis secara umum,” ujar H.Entus. (D.Iwan)***

Komentari