Dokter RSUD Sumedang Tertipu, Dua Tersangka Diamankan Polisi

Korban Dijanjikan Pinjaman Modal Pembangunan Rumah Sakit

SUMEDANG, (KAPOL).- Satuan Resesrse Kriminal Polres Sumedang mengamankan AK dan ER terkait dugaan penipuan terhadap seorang dokter yang modusnya investasi pembangunan Rumah Sakit Sumedang Medical Center.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol  Drs Agung Budi Maryoto, M.Si di Mapolres Sumedang, Rabu (21/3/2018) mengatakan, pelaku mengaku sebagai investor dan menjanjikan uang Rp 200 Miliar kepada saksi bernama Denny Yusdinar untuk menanamkan saham di RS SMC.

Namun, kata dia, pelaku menjelaskan untuk mengeluarkan uang tersebut, korban harus membayar uang administrasi sebesar Rp 550 Juta.

“Saksi Deni akhirnya menjelaskan kepada saksi dr. Hilman (Dirut RSUD Sumedang) sebagai pemilik uang. Saksi Deni membutuhkan uang tersebut untuk diserahkan kepada pelaku. Karena, uang yang akan dipergunakan sebagai modal pembangunan tersebut harus ditebus terlebih dahulu,” ucapnya.

Atas bujukan pelaku tersebut, kata dia akhirnya dr. Hilman menyerahkan uang untuk diserahkan kepada Deni.

Setelah diberikan uang, kata Kapolda, pelaku mengirimkan 5 koper yang diakuinya berisikan uang kertas pecahan 100 Dolar Amerika.

Setelah menyerahkan uang, kata dia, pelaku mengatakan kepada Deni agar jangan membuka dulu koper dengan alasan uang tersebut belum disempurnakan.

Namun karena curiga, ujar dia, Deni akhirnya melapor kejadian itu ke polisi.

“Polisi akhirnya mendatangi saksi, kemudian membuka isi koper, dan diketahui isi koper itu hanya kertas yang ditempeli gambar menyerupai uang kertas dolar Amerika pecahan 100 dolar,” ucapnya.

Kedua pelaku ditangkap di Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Selasa (20/3/2018).

Kedua pelaku diantaranya Alfian Kasidin (44), warga Desa Kliwed Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu dan Endi Rohendi, warga Gabus Wetan Kab. Indramayu.

Polisi mengamankan 5 unit mobil mewah, salah satunya mobil Alphard, yang merupakan mobil sewaan, untuk meyakinkan korban.

Diamankan juga ribuan lembar kertas menyerupai uang palsu pecahan 100 dolar Amerika, dan pulahan kartu ATM.

“Empat mobil dibeli dari hasil menipu tersangka, satu mobil mewah dipakai untuk meyakinkan korban,” ujar Kapolda.

Sementara itu, tersangka Alfian mengaku baru pertama kali ini melakukan penipuan.

“Kertas mirip uang palsu itu saya dapatkan dari teman dan baru pertama kali melakukan penipuan,” ucapnya.

Dikatakan, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.  (Azis Abdullah)***