IKLAN
EKBIS

Dorong Ekonomi Syariah di Kota Santri

image

TASIKMALAYA, (KAPOL)-.
Kondisi perbankan syariah baik secara nasional maupun daerah, disayangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kota Tasikmalaya Edi Ganda Permana. Padahal dia menangkap peluang cerah dari industri satu itu.

“Memang harus diakui masih minimnya pengetahuan masyarakat akhirnya berimbas pada rendahnya minat, karena mereka persepsinya syariah itu ribet dan lain sebagainya,” ungkap Edi, yang dijumpai di sela silahturahmi di Universitas Siliwangi, Selasa (01/08/2015).

Terlebih di Kota Tasikmalaya, yang terkenal kota santri, peluang perbankan syariah jelas mesti dimanfaatkan. Pihaknya pun untuk itu mendorong mengoptimalkan kesempatan tersebut. Dari Dewan OJK Pusat pun beragam regulasi khusus diciptakan demi menumbuhkan sektor syariah ini. 

Seperti misalnya, kemudahan perizinan pendirian.
Namun tak dipungkirinya jika, kondisi lapangan untuk sektor syariah ini ibaratnya masih mencari bentuk yang tepat.

“Padahal Indonesia yang dominan muslim bisa saja jadi kiblat penerapan regulasi syariah,” imbuhnya.

Ekonom Unsil Prof. H. Kartawan mengungkapkan, jika perekonomian kapitalisme sekarang ini pun terbukti gagal, dan justru trennya berbalik ke syariah.

“Anehnya, ya justru di luar semisal benua Eropa pertumbuhan syariah ini sangat tinggi, berbeda dengan di kita yang padahal dominan muslimnya,” ungkap dia di waktu yang bersamaan.
Hingga kini, pasar untuk perbankan syariah secara nasional masih di bawah angka lima persen.

Untuk Tasikmalaya pun, angkanya diperkirakan masih dibawah satu persen.
Atas dasar itu, pihaknya kini akan mengupayakan penyembatani dengan satu wadah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Kota Tasikmalaya dengan bekerjasama seluruh stakeholder terkait. Dalam rangka sosialisasi dan meningkatkan edukasi masyarakat seputar ekonomi syariah.

Praktisi perbankan dan juga akademisi, Iman Firman mengatakan jika peluang itulah yang mesti didorong seluruh pihak tak hanya dari industri namun juga pemerintab.

“Masih ada sembilan puluh lima persennya, belum lagi kalau kkta berbicara masyarakat yang belum tersentuh pelayanan perbankan,” katanya.
Penerapan ekonomi syariah lanjut Iman, terbukti menyelamatkan kondisi ekonomi ketika krismon 98 silam.

“Pengembangan syariah di Tasik ini ya selain sejalan dengan identitas kota juga, paling tidak ikut memajukan dan mengamankan perekonomian daerah,” ungkapnya.
Kepala OJK yang sekaligus alumni Unsil ini pun mengingatkan, jika sebetulnya dalam praktiknya syariah itu ada juga penerapan prinsip tawar-menawar, yang masih banyak belum diketahui masyarakat.

Sementara, mantan Dekan Fakultas Ekonomi Asep Budiman menambahkan jika prinsip syariah atas transparansi yang menjadikan sistem ekonomi satu ini unggul dan tidak akan merugikan pihak lainnya. Sayangnya, produk syariah di luar pembiayaan atau investasi masih belum banyak diketahui.
Meski demikian dia meyakini jika, industri konvensional yang telah dulu berkembang dan ada ini tidak lantas begitu saja tergeserkan.

“Tidak perlu khawatir, karena semuanya ada pangsa pasar masing-masing, yang tentu berbeda,” ucap Asep. (Astri Puspitasari)

Komentari

IKLAN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top