DPR RI Soroti Insfrastruktur Pendidikan di Jatigede

JATIGEDE, (KAPOL).- Kondisi insfratruktur pendidikan di wilayah pemukiman baru warga terkena dampak Waduk Jatigede mendapat sorotan dari DPR-RI.

Anggota DPR-RI dari PDIP, Ny. Denny Jaya Abriyani SE, mengaku prihatin melihat kondisi pendidikan bagi warga terdampak waduk di pemukiman barunya.

Ia menilai, banyak yang harus dilengkapi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah guna keberlangsungan pendidikan tersebut.

“Kami melihat secara langsung, masih banyaknya kekurangan berbagai fasilitas untuk keberlangsungan pendidikan di wilayah Jatigede,” ujar dia, saat melalukan kunjungan langsung ke SMP Bina Harapan Jatigede di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Sabtu (15/9) sore.

Dengan kondisi pendidikan yang masih kurang memadai, kata dia, harus menjadi perhatian penuh bagi semua unsur dan kalangan.

Sebab, sektor pendidikan merupakan sektor penting yang tidak boleh diabaikan.

Pemerintah daerah dan DPRD, perlu koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan DPR-RI.

“Semua kalangan harus menjadi bagian dari solusi. Mencari solusi dengan kapasitasnya masing-masing. Pendidikan penting bagi anak-anak kita,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberadaan SMP Bina Harapan Jatigede, yang didirikan di lingkungan pemukiman baru warga terkena dampak, adalah sebuah solusi awal untuk mengakomodir kebutuhan pendidikan bagi warga terkena dampak, umumnya buat warga Jatigede yang ada dipelosok.

“Setelah melalukan kunjungan terutama di SMP ini, menuntut saya untuk berpikir bagaimana bisa menambah fasilitas pendukung seperti ruangan kelas, mebelair, lapang olahraga dan sarana prasarana lainnya,” tuturnya.

Dengan bekal hasil kunjungan tersebut, kata dia, dirinya akan mengajak anggota lainnya untuk bersama-sama membantu mewujudkan insfrastruktur pendidikan di Jatigede.

Ia mengatakan, Waduk Jatigede merupakan proyek nasional.

Dengan demikian, berbagai persoalan yang ada dan berkaitan dengan warga terkena dampak, harus juga dibantu oleh pusat.
Ia mencontohkan, para pengajar di SMP Bina Harapan yang ternyata tidak dibayar. Itu merupakan satu permasalahan yang harusnya diketahui dan diberikan solusi oleh pemerintah daerah.

“Saya menyorotinya persoalan pendidikan kesehatan, ketersediaan air dan kesejahteraan masyarakat di sini harus mendapat solusi cepat,” ungkapnya.

Selain soal pendidikan, Ny.Denny juga menyoroti buruknya insfrastruktur jalan menuju wilayah pemukiman baru.

Secara tidak langsung insfratruktur yang buruk juga berdampak pada lemahnya perkembangan pendidikan.

Dalam kunjungan tersebut Ny. Denny memberikan langsung berupa buku pelajaran, alat tulis dan biaya pembinaan sekolah.

Ia berharap masyarakat terkena dampak tak patah semangat dan bisa mendukung penuh keberlangsungan pendidikan di daerahnya. (Nanang Sutisna)***

Komentari