Dugaan Pungli Pencairan Honor Daerah, Ini Kata Sekda Sumedang

"Masalah ini, domainnya ada di APIP"

SUMEDANG, (KAPOL).- Menyikapi dugaan pungutan liar (Pungli) pencairan honorer daerah (Honda) di Dinas Pendidikan Kab. Sumedang, disikapi Sekertaris Daerah Sumedang Herman Suryatman.

Ia mengatakan jika persoalan itu, kini sedang didalami tim inspektorat Pemkab Sumedang.

“Sedang kita dalami, klarifikasi yang juga akan ada konsekuensi,” tutur Sekda kepada sejumlah wartawan, Rabu (10/4/2019).

Ia mengatakan, belum ada kepastian siapa saja yang akan diundang oleh inspektorat.

Hanya saja, masalahnya masih didalami inspesktorat, sebagai upaya memastikan siapa saja yang harus diundang nanti.

“Ini masih bersifat pengaduan dari masyarakat. Kita dalami dulu, kemudian diklarifikasi serta melakukan cek dan ricek agar clear,” ucapnya.

Masalah ini, kata Herman, domainnya ada di Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Diberitakan “KAPOL” sebelumnya, sejumlah guru berstatus honor di Sumedang, mengeluh.

Karena, mereka dimintai sejumlah uang sebagai dugaan pelicin dalam pencairan Honor Daerah (Honda).

Mereka, diminta sejumlah uang dalam jumlah beragam mulai dari Rp 1,5-Rp 3 Juta.

Menurut informasi, jika pungutan tersebut dilakukan secara kolektif oleh oknum di Disdik. (Azis Abdullah)***

Diskusikan di Facebook