Fahmy Radiansyah, Pengusaha Kripik Ikan Laut Dengan Omset Rp 1,2 Miliar Tiap Bulan

PANGANDARAN, (KAPOL).-Keripik ikan laut bisa jadi produk baru di Pangandaran yang banyak diminati masyarakat. Selain unik, tentu memiliki kandungan gizi yang bagus.

Ternyata cemilan tersebut dibuat oleh seorang pemuda yang sebelumnya bekerja di perusahaan maskapai penerbangan di Papua Barat.

Dia adalah Fahmy Radiansyah (26) pengusaha muda yang mencoba mengolah hasil laut menjadi nakanan berkualitas dan begizib tinggi.

Setelah masa kontrak kerjanya habis di Papua Barat tujuh tahun lalu, ia pun memilih pulang kampung dan mencoba menggali potensi yang ada di daerah.

Bisnis hasil laut salah satu bidikannya, karena Pangandaran memiliki potensi ikan yang berlimpah. Dan ia pun merintis usaha di bidang pengolahan makanan dengan berbahan baku ikan laut.

Kini hasil rintisannya membuat cemilan dari hasil laut sudab menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Fahmy sendiri sudah menggeluti bisnis hasil lautnya sejak usia 20 tahun lalu. Sebelum terjun dalam dunia bisnis, sejak kembali ke Pangandaran pada tahun 2011 dirnya melihat banyak peluang di bidang hasil laut yang ada di pesisir Pangandaran.

“Saya gereget karena melihat kurangnya pengusaha atau pemain hasil laut yang mementingkan kualitas produk mulai dari packaging hingga ke pemasarannya,” ungkapnya.

Menurutnya, sejak itu memutuskan untuk memulai bisnis dan menerapkan ilmu yang telah di pelajari dari perusahaan besar di mana dia pernah bekerja.

Sekarang berkat kegigihannya selama bertahun-tahun usaha hasil laut tersebut sudah bisa menembus omzet hingga Rp 1,2 Miliar setiap bulannya.

“Saya ingin memberdayakan teman teman untuk mengembangkan hasil karyanya memasarkan cemilan atau crep sea,” tuturnya.

Selanjutnya sengaja membuat produk cemilan hasil laut dari tangkapan nelayan yang tidak ada nilai jualnya. Tujuannya agar nelayan tetap semangat melaut karena hasil tangkapannya bisa dibeli dengan harga yang bagus. Maka dengan produk cemilan yang mudah diterima di pasar dagang.

“Kini mulai mengajak anak muda lainnya ataupun mahasiswa untuk segera mulai berwirausaha,” katanya.

Fahmy yang juga sebagai Ketua Bidang Agribisnis, Agroindustri dan Kemaritiman di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Pangandaran menambahkan, target awal kali ini adalah teman-teman di seluruh Indonesia yang masih duduk dibangku sekolah menengah maupun perguruan tinggi.

Karena akan lebih baik dan berkembang lebih cepat ketika mereka memulai usaha secepat mungkin dan akan tahu bagaimana menghadapi dunia usaha sebenenarnya.

“Baru saja seminggu mengenalkan hasil produksinya di medso sudah banyak anak muda lebih dari 10 Kabupaten /Kota di Indonesia seperti Riau, Bangka, Lombok, Bandung bahkan Papua yang sudah ikut bergabung,” tambah Fahmy.

Sementara itu Mahasiswa UNIKOM Bandung Nicko Sukma Effendi (20), sangatlah penasaran dengan bisnis menjual keripik dari hasil laut dan tidak lama kemudian bergabung.

“Saya bergabung karena pengen mencoba memulai bisnis di bidang kuliner (snack), sharing ilmu, dan pingin lebih tahu atau belajar usaha di perusahaan yang mengedepan kan teknologi internet,” katanya.(M. Jerry/KAPOL)***

Komentari