oleh

Festival 28 Bahasa Nusantara, Merawat Semangat Penutur Bahasa Daerah

PANGANDARAN, (KAPOL) – Festival 28 Bahasa Nusantara yang digelar di kampus SMK Bakti Karya Parigi, Sabtu (19/10/2019) menampilkan ekspresi berbahasa siswa dari 20 provinsi dengan beragam cara. Agenda tahunan sekolah itu kini yang ketigakalinya. Festival kali ini, menurut Kepala SMK Bakti Karya yang juga Ketua Panitia, Irpan Ilmi, lebih semarak dari tahun sebelumnya. Selain disediakan panggung utama, ada lima gerai miniatur rumah adat dan delapan gerai untuk bazar.

“Rangkaian acara lebih padat, dan dilaksanakan dari pagi hingga malam,” katanya. Karnaval budaya turut mewarnai acara. Menurut Irpan, selain warga Kampung Nusantara, Cikubang Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi ada beberapa sekolah yang bergabung dalam konvoi bersama barisan pakaian adat. Di antaranya, dan SD di Cintakarya, SMPN 2 Parigi, MTs Maarif dan SMK Maarif.

Meskipun bertajuk festival, acara dikemas dengan sederhana. Sebutan festival tidak perlu mewah, yang penting bisa menyampaikan pesan. “Sebab itulah, di antara banyak festival yang menawarkan kemegahan, berbiaya tinggi, pesta-pora. Justru kami ingin menampilkan festival yang sederhana,” katanya.

Kendati begitu, kehadiran duta budaya dari 25 suku yang datang untuk belajar di SMK Bakti Karya, menurut Irpan menjadi kemegahan tersendiri. “Kami ingin hadir dan sedikit berbagai keceriaan bersama sambil mensyukuri anugerah berbahasa yang Tuhan berikan,” katanya. (POL )

Komentar

News Feed