IKLAN
PERISTIWA

Gara-gara Knalpot Bising Seorang Pemuda Dihabisi

KAPOLRES Garut AKBP Arif Rachman, menunjukan barang bukti berupa pisau serta tongkat pemukul yang digunakan para tersangka saat melakukan aksi pengeroyokan yang membuat korban meninggal.

KAPOLRES Garut AKBP Arif Rachman, menunjukan barang bukti berupa pisau serta tongkat pemukul yang digunakan para tersangka saat melakukan aksi pengeroyokan yang membuat korban meninggal.

KARANGPAWITAN, (KAPOL).-
Jajaran Satreskim Polres Kabupaten Garut mengamankan 13 orang warga Kampung Rancasalak, Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora. Mereka menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap salah seorang warga Desa Jangkurang, Kecamatan Leles yang terjadi tepat pada malam takbiran, Kamis (16/7/2015) tempo hari.

Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Arif Rachman didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Resti Prasetyo menuturkan, 13 tersangka yang semuanya berasal dari satu kampung itu telah melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban bernama Muslihudin (28), warga Kampung pangantingan, Desa Jangkurang, Kecamatan Leles. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Kamis ((16/7/2015) bertepatan dengan malam takbiran menjelang Idulfitri sekitar pukul 19.30 WIB.

Dikatakan Kapolres, berdasarkan hasil penyelidikan, para tersangka melakukan pengeroyokan terhadap korban di Kampung Rancasalak tepatnya di kawasan RT 03 RW 05. Saat itu korban yang menggunakan sepeda motor melintas dimkawasan tersebut yang kebetulan saat itu terdapat para tersangka yang sedang nongkrong.

Para tersangka merasa terusik karena knalpot sepeda motor yang digunakan korban mengeluarkan suara bising. Mereka pun langsung menegur korban namun korban terkesan menantang. Akibatnya terjadilah perkelahian dan korban saat itu dikeroyok oleh para tersangka.

Dalam perkelahian tak seimbang itu, korban berhasil ditusuk hingga bagian lehernya nyaris putus dan langsung meninggal di tempat kejadian perkara. Tak hanya itu, korban juga mengalami luka lebam bekas pukulan benda keras di beberapa bagian tubuhnya.

Polisi yang mendapat laporan terkait kejadian ini, tutur Kapolres, langsung datang ke TKP dan melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi pun sempat dimintai keterangan untuk membantu pengungkapan kasus yang menyebabkan korban meninggal ini. Dan dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas, pada akhirnya ditetapkan 13 orang sebagai tersangka pengeroyokan yang semuanya kini telah berhasil diamankan.

“Ada sedikitnya 5 orang saksi yang telah kita mintai keterangan dalam kasus ini. dari hasil penyelidikan, kita tetapkan 13 orang sebagai tersangka dan kini mereka semua sudah berhasil kami amankan,” katanya.

Para tersangka yang telah diamankan itu adalah OJ (28), DS (20), Jj (21), Su (28), JN (28), US, SD, RR, Da, Jo, UN, RK, dan AC. Mereka semuanya merupoakan warga Kampung rancasalak, Desa rancasalak, Kecamatan Kadungora.

Atas perbuatannya yang telah menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, para tersangka dijerat pasal 338 KUHP Subsider 170 ayat (2) ke-(3).
Kapolres mengaku sangat mmenyesalkan kejadian ini, apalagi hal itu terjadi tepat pada malam takbiran dimana seluruh umat muslim akan merayakan kemenangan setelah sebelumnya melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. (Aep Hendy S)

Komentari

IKLAN

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top