Garut Bisa Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Indonesia

GARUT, (KAPOL).- Sejak lama Kabupaten Garut dikenal dengan sebutan Swiss Van Java atau Swiss-nya Jawa karena potensi alamnya yang spektakuler.

Tidak berlebihan kalau Kabupaten Garut bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Demikian diungkapkan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, yang ditemui di sela kegiatan
Gebyar Pesona Garut 2018 di lapang Ciateul, Tarogong Kidul, Kamis (22/2/2018).

Kegiatan gebyar pesona Garut merupakan salah satu rangkaian dalam puncak acara Hari Jadi Garut (HJG) ke 205.

Menurut Arief, untuk mencapai hal itu tentu harus didukung oleh berbagai sektor.

Selain potensi alam yang menunjang, yang tak kalah pentingnya sikap masyarakat Garut yang tentunya harus sadar wisata dengan meningkatkan hospitality (kenyamanan) pada wisatawan.

“Agar pariwisata di Garut bisa maju dan tak tertinggal dari daerah lain, salah satu syaratnya adalah adanya kesadaran masyarakat Garut akan potensi wisata yang ada. Mental masyarakat pun harus bisa lebih ramah dan terbuka pada wisatawan sehingga para wisatawan akan betah,” ujar Arief.

Kabupaten Garut tuturnya, tidak banyak pilihan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat.

Sektor pariwisata di Garut makanya harus bisa menjadi nomor satu untuk bisa mengembangkan perekonomian masyarakat.

Ia menyebutkan, cara terbaik mencapai tujuan tersebut di antaranya “show them the money” (tunjukan ke masyarakat potensi uang dunia pariwisata).

Tidak perlu banyak pidato tapi harus mampu menunjukan nilai komersialnya jika pekerjaan dari sektor wisata bisa membawa kesejahteraan.

“Dari data yang ada di Kemenpar, jumlah kunjungan wisatawan ke Garut tiap tahunnya rata-rata untuk wisatawan mancanegara baru sekitar 2 ribu orang dan wisatawan nusantara 600 ribu orang.

Agar tingkat kunjungan bisa menigkat, cara yang paling efektif adalah dengan cara menunjukan sektor wisata bisa menghasilkan uang bagi masyarakat,” katanya.

Dengan demikian, tambahnya, masyarakat dengan sendirinya mau mengembangkan potensi wisata di daerahnya.

Selain sektor pariwisata yang akan maju, penghasilan masyarakat pun akan bertambah.

Dalam kesempatan tersebut Arief juga menekankan pentingnya upaya pemerintah daerah dalam menangani praktek pungutan liar di tempat wisata.

Karena menurutnya praktek ini kerap terjadi di tempat-tempat wisata. Praktek pungli, dikhawatirkan membuat wisatawan tidak mau datang lagi.

Hal ini menjadi tugas Pemkab Garut untuk memberantasnya karena hal ini sangat mengganggu wisatawan.

Dikatakan Arief, kesadaran masyarakat Garut akan potensi wisata yang dimiliki daerahnya sebenarnya sudah dimiliki.

Namun sampai saat ini sayangnya belum semua bisa sadar akan potensi ekonomi dari sektor wisata ini.

Dalam Gebyar Pesona Garut tersebut, sekitar 30 ragam kesenian dari berbagai wilayah ditampilkan.

Selain dari berbagai daerah di Garut, berbagai kesenian yang ditampilkan juga adayang dari kabupaten ntetangga seperti Ciamis dan juga dari Provinsi DI Jogjakarta.

Acara ini dibuka dengan gelaran seni tarian Sapta Pesona Indonesia yang diikuti sekitar 200 penari. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok dan menampilkan tarian berbeda-beda.

Selanjutnya, giliran tampil seni angklung seah, seni topeng badawang, serta kesenian lainnya.

Tak hanya menarik perhatian akibat keindahan gerak tari yang disuguhkan dan keunikan budaya yang ada, tampilan berbagai kesenian tersebut juga mengundang decak kagum para penonton dan para tamu undangan.

Apalagi ketika sejumlah peserta menampilkan kekebalan tubuhnya dengan menggunakan senjata tajam berupa golok yang digesek-gesekan ke beberapa bagian tubuhnya termasuk lidah. (Aep Hendy S)***

Komentari