Gaung Pilkades Serentak 2019, Tertutup Pilkada 2020

SINGAPARNA, (KAPOL).-Meski Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tasikmalaya tinggal beberapa bulan lagi. Namun gaungnya masih sepi. Padahal, pada Pilkades serentak 2019 yang diperkirakan akan digelar pada bulan Oktober mendatang itu setidak-tidaknya ada 211 desa yang akan menggelar Pilkades.

Pengamatan di lapangan, di masing-masing desa yang akan menggelar Pilkades hanya melaksanakan persiapan-persiapan kecil saja. Pemerintahan Desa pun ada yang sudah membentuk panitia, dan ada juga yang belum melaksanakan pembentukan panitia.

Begitu pun para calon yang berniat maju, masih malu-malu kucing. Mereka para calon belum terang-terangan menyatakan untuk maju, apalagi dengan memasang gambar untuk mengenalkan kepada masyarakat.

Padahal, biasanya gaung pesta demokrasi gaya desa tersebut suka lebih terdengar dari jauh-jauh hari. Bahkan kesemarakannya lebih heboh dibandingkan pesta demokrasi Kepala Daerah atau di atasnya. Karena saat akan menghadapi Pilkades, masyarakat di masing-masing desa memiliki tradisi atau cara unik yang berbeda dan mendapatkan antusias masyarakat.

“Kemungkinan gaungnya tertutup oleh pesta demokrasi yang lebih besar yakni Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020,” kata salah seorang warga, Irman kepada “KAPOL” Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, kemungkinan lainnya, para calon masih malu-malu, atau menahan diri untuk mendeklarasikan untuk ikut bertarung dalam Pilkades. Bisa jadi untuk menghemat biaya politik, atau untuk melihat calon lainnya.

Prihatinnya, sudah mulai hilang kebiasaan-kebiasaan atau tradisi di masyarakat yang menggambarkan pesta rakyat dalam menggelar Pilkades.

Penyebab lainnya, disinyalir karena berdekatan juga dengan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020, sehingga gaungnya tertutup. Bahkan, pesta demokrasi gaya desa ini diduga sudah terkontaminasi oleh partai politik.

Di mana ada upaya partai politik ikut memerankan dalam Pilkades meski secara tersembunyi. Tentunya, dengan kompensasi calon Kades yang didukungnya akan ikut memenangkan dalam kepentingan partai. Upaya itu bukan hanya kepada calon baru, namun kepada calon petahana juga, ungkapnya.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DPMDPA KB Kabuapten Tasikmalaya, Agianto Ahmad Tahir mengatakan pilkades serentak akan digelar di 211 desa. Terkait kesiapannya, memang masih persiapan-persiapan kecil saja karena Peraturan Bupati (Perbup) yang merupakan turunan dari Peraturan Daerah (Perda) tentang Pilkades serentak belum ditandatangani bupati. Sehingga tahapan Pilkades belum banyak dilaksanakan.

“Untuk kepastiaannya, termasuk dalam melaksanakan tahapannya nanti setelah Perbup ditandatangani. Saat ini drafnya sudah diserahkan,” ucapnya.

Menurutnya, kemungkinan dalam pelaksanaannya pada akhir Oktober, namun untuk lebih pastinya lagi setelah nanti Perbup nya ditandatangani. Karena tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan. Adapun dalam melaksanakan tahapan, tentunya akan mengacu pada Perbup, ungkapnya. (Ema Rohima)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...