Gay di Garut Buka-bukaan?

GARUT, (KAPOL).- Setidaknya sudah sejak lama di Kabupaten Garut telah hadir komunitas gay dan lesbi. Namun, komunitas tersebut beraktivitas tertutup dan ironisnya terkesan tak malu-malu.

Akan tetapi, setelah sarana informasi canggih dengan hadirnya HP, dan Gadget jenis mutahir maka komunitas ini muncul terang benderang, seperti yang terjadi ahir-ahir ini hingga ada akun khusus untuk kalangan gay atau homo termasuk lesbi.

“Kang, saya tidak akan bicara pada zaman dulu. Yang saya tahu sejak lama di garut sudah ada perkumpulan atau komunitas gay atau laki suka laki, dan lesbi. Bedanya dulu tertutup kalau sekarang terbuka karena orangnya bertambah,” kata Gaya (nama samaran) salah seorang gay di tempat kosnya di kawasan Kel. Ciwalen, Kec. Garut Kota, Kamis (11/10).

Ia mengaku, merasa malu dan tersiksa dengan kelainan jiwanya yang suka sama sejenis. Bahkan, terkadang ia juga bertanya pada dirinya sendiri kenapa perasaan itu berbeda.

“Kadang saya juga bertanya, dosa apakah ibu bapak saya sampai melahirkan saya seperti ini. Dulu saya lahir normal biasa, tetapi merangkak remaja ada perasaan lain, kenapa kok saya laki laki suka laki laki lagi. Kenapa tidak sama wanita. Padahal saya juga gaul dengan wanita-wanita cantik. Saya juga ingin sembuh tapi gimana caranya, sudah beberapa kali saya usaha untuk sembuh, malah orang tua saya pernah membawa saya ke dukun. Tapi tetap saja saya jadi binan seperti ini,” ucapnya.

Ia juga ingin hidup dan memiliki perasaan normal, tapi bagaimana caranya.

“Teman saya sudah banyak yang nikah sama wanita tapi tak berumur panjang. Mereka kandas, dan bercerai lalu bergabung lagi. Ini mas perasaan lah. Saya juga prihatin meningkat dan banyaknya warga garut yang sama memiliki perasaan seperti saya. Jadi bukan semata-mata karena pergaulan tetapi karena memang sejak lahirnya sudah seperti itu. Saya juga gaul dengan laki laki wanita sejati. Tapi toh kalau tidak memiliki aneh, Ya mereka juga gak kebawa-bawa. Jadijangan bilang menular atuh mas,” kata Gaya manja.

Ia juga menyebutkan, komunitasgay, LSL, lesbi selain berkelompok, bergaul di antara mereka, juga memiliki bahasa khusus.

Apalagi sekarang ada akun komunitasnya melalui media sosial sehingga komunikasi mereka lebih mudah.

“Dalam kamus bahasanya, laki laki itu lekong atau lekes, homo adalah hemong atau hemes. Banci bencong, lesbi linesbini, gay ginay, saya ekeu, kamu iyey, dan banyak lagi mas. Gay juga kadangdisebut binan. Ciri pembeda bahasa itu bisa didengar dalam tata bunyi, kosakata,dan intonasinya agak centil bisa lebih dari wanita atau bisa juga dibuat-buat.” ucapnya.

Menurut Gaya, salah satu upaya agar tidak terjerumus dengan komunitas ini harus dimulai dari keluarga dirumahnya masing-masing. Kalau sejak lahir tidak ada kelainan mustahil akan kebawa-bawa.

“Tapi sebaliknya meskipun di kekang tapi kalau memiliki kelainan, Ya tetap saja. Makanya orang tua, atau anggota keluarga di rumah yang harus bisa mengarahkan. Saran saya banyaklah belajar agama mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Jangan semata-mata melaranguntuk menggunakan HP nanti ketinggalan zaman mas. Awasi saja lah. Karena yang sekarang banyak di Garut juga bukan asli orang garut loh, dan saya juga tidak percaya jumlahnya hingga dua ribu an, memangnya dihitung satu-satu. Awas mas janji Yah jangan disebut nama ekeu, apalagi foto ekeu ditempel di koran, malu dong,” kata Gaya yang identitasnya jangan ditulis. (Dindin Herdiana)***

Komentari