Gempa 5,7 SR Cilacap, Dirasakan Pengunjung Pantai Pangandaran

PANGANDARAN,(KAPOL).-
Goncangan yang diakibatkan dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang berpusat di Cilacap Jawa Tengah pada hari Minggu (9/6/2019) pukul 16.32 WIB sempat dirasakan oleh warga dan pengunjung wisata di Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan pantauan di pantai barat Pangandaran tampak sejumlah wisatawan ada yang pergi menjauh dari pantai dan ada juga wisatawan tetap melanjutkan aktifitasnya di pantai.

Tidak terjadi kepanikan dari para pengunjung wisata pada saat gempa berlangsung.

Bahkan beberapa petugas Tim Pengamanan Pantai dari Pos TNI AL Pangandaran tengah memberikan himbauan agar wisatawan tetap tenang dan tidak panik.

Saat ditemui di pantai barat Pangandaran, salahsatu petugas Tim Pengamanan Pantai dari Pos TNI AL Pangandaran, Peltu Dayat Sudrajat mengatakan, sempat ada reaksi dari pengunjung saat gempa berlangsung.

“Sebagian pengunjung ada yang sempat menjauh dari pantai ke darat dan sebagian tetap melakukan aktifitas di pantai,” ungkap Dayat, Minggu, 9 Juni 2019.

Ditempat terpisah Manager Hotel Horison Palma Pangandaran, Ferry Eeyee mengatakan, tidak terjadi kepanikan terhadap pengunjung dihotelnya.

Pihaknya langsung menginformasikan kepada pengunjung yang berada di tiap-tiap kamar hotel agar tidak panik.

“Ya mereka (pengunjung) cuma ngumpul aja di lobby setelah itu masuk ke kamarnya masing-masing,” ujarnya.

Hendi Yogaswara (26) wisatawan asal Bandung mengaku sempat merasakan adanya goncangan saat dirinya bermain di pantai Pangandaran bersama teman-temannya.

“Ya mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” ujar Hendi sambil melanjutkan aktifitasnya di pantai.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Pangandaran, Nana Ruhena menyampaikan dalam press rilisnya, sebagaimana kita ketahui BMKG mengeluarkan rilis Gempa berkekuatan M=5,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,5.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,68 LS dan 108,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah selatan Kota Cilacap, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah pada kedalaman 64 km. Tidak berpotensi tsunami.

BPBD Kabupaten Pangandaran langsung melakukan koordinasi dengan Relawan Penanggulangan Bencana, penggiat wisata, TNI, POLRI dan masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut kami sampaikan bahwa kondisi wilayah Kabupaten Pangandaran pada umumnya kondisi kegiatan sosial, ekonomi,dll berjalan lancar, seluruh obyek wisata tidak ada masalah.

“Himbauan kepada warga masyarakat dan wisatawan supaya tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa dan tidak usah khawatir. Bagi yang sudah mempunyai jadwal tujuan wisata ke Pangandaran, jangan sampai menunda apalagi sampai membatalkan rencana wisata,” ujarnya.

Dirinya menghimbau agar pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda ,pwd pemda-bmkg) atau infobmkg.

Di pintu masuk tolgate, paska gempa bumi berkekuatan 5,7 SR Cilacap, tampak kendaraan pengunjung wisatawan masih terus berdatangan memasuki kawasan obyek wisata pantai Pangandaran. (Agus Kusnadi)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...