Gempa, Siswa SD Al-Muttaqin Berlarian

TAWANG, (KAPOL).-Sekira 945 siswa SD Al Mutaqien Cicurug Kota Tasikmalaya berlarian keluar dari gedung sekolah, Selasa (12/2/2019).

Sirine yang berbunyi sebanyak dua kali pertanda gempa bumi terjadi menjelang pukul 11.00 WIB. Sontak mereka pun berkumpul di lapangan yang biasa digunakan untuk upacara sebagai tindakan darurat.

“Tadi diajarkan oleh bu guru dan yang berhelm, kalau ada gempa segera bersembunyi di bawah meja sampai aman. Kalau sirine berbunyi tiga kali, baru keluar kelas sambil menutupi kepala,” ujar Haikal, salah seorang siswa kelas IV di sela-sela simulasi.

Pagi itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Tasikmalaya dan pihak sekolah sengaja melakukan simulasi mitigasi bencana.

Terlebih akhir-akhir ini berbagam macam bencana sering melanda negeri ini. Terakhir di Kota Tasikmalaya terjadi gempa dan banjir.

“Kami bersama Relawan MRI memberikan edukasi tentang kebencanaan ke sekolah kampus dan instansi pemerintahan. Dengan harapan guru mengetahui, minimal mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Apalagi di sini kan sekolahnya tiga lantai dan jumlah muridnya lebih dari 500,” ujar Branch Manager ACT Tasikmalaya, Taufik Perdana di lokasi.

Ia berharap meski simulasi juga melibatkan siswa, diharapkan dapat dilakukan pihak sekolah secara mandiri. Mulai dari bagaimana menghadapi bencana gempa bumi, dan kebakaran.

“Tadi relawan MRI berbagi ilmu bagimana evakuasi saat gempa, bagaimana cara memadamkan api dan menyelamatkan diri,” katanya.

Ketua Yayasan SD Al Mutaqien Cicurug Kota Tasikmalaya Anang Lukman mengatakan, pihaknya sangat bersyukur guru dan murid dapat pengenalan mitigasi bencana.

Sehingga tidak kebingunggan ketika menghadapi bencana yang tidak dapat diduga. “Saya yakin ini akan berkesan di guru dan murid, mungkin bisa mengingatnya sampai tua,” katanya.

“Bagi guru kami di sini, sesuatu hal yang baru dan bermanfaat luar biasa. Ketika menghadapi bencana, anak-anak sering panik apalagi menghadapi gempa dan api. Dengan simulasi ini setidaknya bisa lebih tenang dan meminimalisasi korban,” ujar Kepala SD Al Mutaqien Kota Tasikmalaya, Otong. (Inu Bukhari)***