Gunakan Pupuk Organik, Hasil Panen Meningkat 100 Persen

BANJARANANYAR, (KAPOL).-Sejumlah inovasi di bidang pertanian yang dicanangkan pihak pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pertanian, mulai membuahkan hasil.

Salah satunya adalah pengurangan penggunaan pupuk kimia dengan memanfaatkan pukuk organik Kemala. Hasilnya, produksi padi semakin meningkat maksimal.

Bukti keberhasilan pupuk organik Kemala tersebut, terlihat di Dusun Kalangsari, Desa Kalijaya, Kecmatan Banjarananyar, Kabupaten Ciamis.

Hasil produksi padi di wilayah yang menjadi demplot atau lahan percontohan penggunaan pupuk organik Kemala itu, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pada Rabu ( 13/3/2019), kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Ruswanda, Kordinator Penyulu Pertanian Kabupaten Ciamis didampingi camat Banjaranyar, Wawan serta Kapolsek dan Danramil setempat, meninjau langsung kegiatan panen perdana hasil percontohan dengan mengunakan pupuk organik Kemala, di Dusun Kalangsari.

Dalam kunjunganya, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis memberikan apresiasai sekaligus bangga melihat hasil panen setelah mengunakan pupuk organik Kemala tersebut.
Sebab, hasil panen mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding saat mengunakan pupuk anorganik.

“Ada peningkatan hingga 100 persen dari hasil panen padi dengan mengunakan pupuk organik kemala, ini,” jelas dia yang meyakinkan penggunaan pupuk organik memiliki manfaat cukup besar.

Selain itu, lanjut Ruswanda, secara kualitas hasil panen juga cukup maksimal, selain itu tanaman padi juga tahan dengan serangan hama. Secara kasat mata hasil panen dari percontohan mengunkan pupuk organi kali ini hasilnya cukup mengalami perbedaan yang signifikan.

“Secara visual sudah kami lihat, perbedaanya memang lebih bagus, hasilnya lebih banyak di banding mengunkan pupuk kimia,” jelasnya.

Di sampikan Ruswanda, jika sebelumnya lahan seluas 100 bata hanya mampu menghasilkan padi sekitar 550 kilogram. Untuk 1 hektar, 3.750 kilogram, kini setelah mengurangi pupuk kimi dan memanfatakan pupuk organik kemala, hasilnya meningkat jadi 1.034 kilogram dari 100 bata, hasil panen 1 hektar 9.046 kilogram.

Selain mampu meningkatkan hasil panen pertanian, lanjut Ruswanda, penggunaan pupuk organik ini juga bisa memberikan manfaat yang lebih luas terhadap kesuburan tanah, unsur hara tanah yang sebelumnya terkontaminasi denagn pupuk kimia, kini mulai bisa dinetralisir.

“Unsur hara tanah akan bener- bener kembali normal setelah dua atau tiga kali masa tanam, kami anjurkan kepada para petani untuk beralih dengan mengunakan pupuk organik, tetapi kami bukan mengintrusikan harus menggunkan pupuk kemala, tetapi banyak jenis pupuk organik baik pupuk kandang atau jenis daun- daunan,” jelasnya. (Endang Setia Budi)****