Guru Plagiat Harus Diberi Sanksi

image
Forum Guru Menulis seusai berdiskusi

CIPEDES (KAPOL).-
Forum Guru Menulis (Gumeulis) Kota Tasikmalaya menggelar diskusi terfokus di  kantor Redaksi Kabar Priangan, Selasa (1/9/2015). Ajang itu menjadi curah gagasan ihwal gerakan literasi di kalangan guru se-Kota Tasikmalaya.

Ketua Forum Caswita, menyayangkan hasil penelusuran tim verifikator karya tulis ilmiah yang menemukan ribuan tulisan guru yang diajukan untuk syarat kenaikan pangkat ternyata hasil menyontek.

“Kasus itu seperti gunung es,” katanya. Bila dicermati boleh jadi akan ditemukan lebih banyak lagi. “Termasuk di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Menurut dia seharusnya ada sanksi, agar kecenderungan menyontek bisa ditekan.

“Seperti yang diberlakukan terhadap para dosen. Bila diketahui menjiplak pangkatnya diturunkan. Bahkan bisa dicopot dari jabatannya,” kata salahseorang inisiator forum itu didampingi penulis buku Berburu Ilmu di Oxford Inggris — yang juga sesama guru, Ilam Maolani.

Tidak dipungkiri, gerakan menulis di kalangan guru, menurut dia, harus dipertajam. Diakuinya pula, tugas guru memang bukan peneliti. Rutinitas mengajar sehari-hari dan mengurus kelengkapan administratif sudah sangat berat. Namun aktivitas menulis harus terus digelorakan.

Caswita menyambut baik rencana peluncuran rubrik “Guru Menulis” di Harian Umum Kabar Priangan. “Kami sangat berterimakasih kepada Kabar Priangan. Ibarat sebuah kebun, rubrik itu harus ditanami tulisan para guru,” katanya.

[quote]Menindaklanjuti diskusi itu. Ke depan di forum akan diagendakan “Arisan Menulis” rutin satu bulan sekali. Selain membedah tulisan karya guru, ajang itu menurut Caswita, akan menjadi wadah saling menyemangati dan silaturahmi. [/quote]

Komentari