H.Iing Syam Arifin Calon Bupati Agamis

Kerap Menjadi Mubalig

CIAMIS,  (KAPOL).- Berlatar belakang sebagai seorang santri dan hidup di lingkungan pesantren milik orangtuanya, membuat calon Bupati Ciamis nomor urut 2 H.Iing Syam Arifin kerap menjadi mubalig pada beberapa kesempatan pengajian.

Tak ayal pada moment peringatan Isra Miraj 1439 H ini, undangan pengajian kepada Cabup petahana ini cukup padat. Senin (16/4/2018), H Iing Syam Arifin yang maju bersama Cawabup H Oih Burhanudin itu mengisi kegiatan Rajaban di Dusun Wangunjaya Desa Kaso Kecamatan Tambaksari yang dilaksanakan oleh Forum Guru Ngaji Nusantara.

“Selain beliau (H Iing Syam Arifin) selama ini dikenal sebagai birokrat, namun beliau itu sangat agamis dan kerap mengisi kegiatan tausiah atau pengajian, itulah yang membuat kami semakin kuat mendukung beliau di Pilkada Ciamis 2018,” terang Ketua Relawan Haji Iing Oih (RHIO) Ujang Miftah saat menghadiri pengajian di Tambaksari.

Kata Ujang, H Iing Syam Arifin selama ini kerap diundang untuk menjadi pengisi tausiah di majelis taklim ataupun DKM. Bukan hanya menjelang Pilkada ini, namun saat beliau menjabat aktif (sebelum cuti) Bupati, beliau selalu hadir dan menjadi penceramah.

“Ini yang membedakan pak H Iing dan calon lain, masyarakat sangat antusias jika Bupatinya yang memberikan tausiah, selain merasa bangga bisa didatangi Bupati, masyarakat juga mendapat ilmu bermanfaat,” ungkapnya seraya mengatakan H Iing Syam Arifin dekat dengan para ulama, ajenga kyai dan lainya sejak dulu.

Sehingga beliau dipercaya menjadi penasihat Yayasan Pesantren Bahrul Ulum, penasehat lembaga Umroh Pesantren Al-Hasan Ciamis, Mustasyar NU PC Ciamis, penasihat Pengurus Anshar Jawa Barat dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Ciamis.

Sementara itu saat mengisi tausiyah di hadapan ratusan jamaah di Dusun Wangunjaya Desa Kaso Kecamatan Tambaksari H Iing menegaskan, pada peringatan Isra Miraj ini kita sebagai umat nabi Muhammad SAW mesti meneladani sifat Rasululloh SAW. Utamanya dalam menjalankan ibadah wajib seperti solat yang merupakan tiang agama.

Kata dia, solat itu menjadi ukuran seseorang. Apabila seseorang sudah “ngalalaworakeun” salat Jumat yang dilaksanakan seminggu sekali, maka perlu dipertanyakan bagaimana dengan salat wajib sehari 5 waktu.

“Maka dari itu lewat peringatan Isra Mi’raj ini saya mengajak kepada ajengan, kyai, ustad dan jamaah yang hadir agar mengamalkan ilmunya untuk mengajak masyarakat agar jangan meninggalkan salat,” ungkapnya.

Menurutnya, ummat Yahudi sangat takut kepada ummat islam jika ummat islam senantiasa menjalankan ibadah salat berjamaah terutama salat subuh berjamaah.

Namun lanjutnya, umat yahudi tidak akan merasa gentar apabila salat subuh berjamaah umat islam belum seperti salat Jumat.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat agar bisa melaksanakan salat subuh berjamaah, karena lewat salat subuh berjamaah kita ummat islam akan kuat,” tandasnya. (Jujang).***

 

Komentari