IKLAN
HUMANIORA

Halimah Pamit Sebelum Hercules Jatuh

KORBAN Hercules, warga Garut dikebumikan.

CILAWU, (KP).– Salah seorang warga Garut ada juga yang menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules di Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (30/6/2015) lalu. Korban yang merupakan warga Kampung Desa Kolot, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu ini diketahui bernama Halimah Sri Rosita (36).

Pihak keluarga korban sendiri pada awalnya tidak mengetahui keberadaan korban di Medan. Mereka hanya tahu kalau korban saat itu akan bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar daerah.

Menurut keterangan salah seorang anggota keluarga korban di Cilawu, Ujang Supriatno (57), Minggu (28/6/2015) lalu, atau dua hari sebelum kejadian naas Hercules C-130 B terjadi, korban pamit untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun saat itu korban tak menjelaskan dimana dia akan bekerja.

“Dia (korban) memang pamit pada keluarga besar di sini untuk bekerja jadi asisten rumah tangga. Namun saat itu dia tak menjelaskan secara jelas dimana tempat kerjanya,” ujar Ujang saat ditemui di rumah korban, Minggu (5/7/2015).
Menurut Ujang, pihak keluarga sama sekali tidak menyangka kalau nasib korban akan berakhir dengan tragis seperti itu. Korban meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat di Medan.

Ujang juga menjelaskan, sebelum korban pergi, sebenarnya ibunya sempat bertanya, kenapa bulan puasa ini pergi bekerja ke luar daerah. Lalu saat itu korban menjawab bahwa dia harus pergi.

“Saya harus pergi untuk bekerja. Sebentar lagi lebaran, kasihan anak-anak kalau saya tidak punya uang,” ucap korban saat itu sebagaimana diungkapkan Ujang.

Diterangkan Ujang, pekerjaan suami korban, Amas (37) adalah buruh serabutan yang tak tentu penghasilannya. Hal inilah yang memaksa korban untuk membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Bahkan katanya, beberapa tahun yang lalu korban pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi selama satu tahun.

“Saya lupa kapan dia bekerja di Arab Saudi. Cuma pernah satu tahun bekerja di sana. Keinginan Halimah untuk membantu perekonomian keluarganya yang pas-pasan memang sangat besar, apalagi dia mempunyai empat orang anak. Anak yang pertama masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar,” katanya.

Jenazah Halimah sendiri tiba di kampung halamannya pada Minggu (5/7/2015) sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan jenazah korban disambut haru pihak keluarga. Bahkan di antaranya ada juga yang histeris hingga tak sadarkan diri.

Ujang mengatakan, pada awalnya pihak keluarga tidak mengetahui bila Halimah ikut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Hercules. Sepengetahuan mereka, Halimah hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga pada keluarga anggota TNI AU di Jakarta.

“Keluarga tahu kejadian pesawat Hercules itu jatuh dari televisi. Tapi kami tidak tahu jika Halimah berada di dalamnya atau menjadi korban. Bagaimana cerita dia bisa naik pesawat Hercules di Medan juga kami tidak tahu persis,” ujarnya.

Keluarga di Garut baru mengetahui Halimah meninggal setelah anggota TNI AU yang mempekerjakannya, mengabari mereka beberapa hari setelah kecelakaan. Ayah Halimah, Komar Darajat (55), dan anak pertama korban, langsung diberangkatkan ke Medan untuk keperluan identifikasi.

“Justru kami tahu setelah Kap­ten Revin yang mempekerjakannya mengabari. Bapak almarhum dan anak pertamanya berangkat ke Medan untuk kepentingan identifikasi. Proses­nya lama. Lalu setelah teridentifikasi, adik almarhum menjemput jenazah ke Jakarta,” tuturnya. (Aep Hendy S)***

Komentari

IKLAN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Aditya Hiracahya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Redaktur : Abdul Latif
Wartawan : Jani Noor, Imam Mudofar, Azis Abdullah, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top