Harga Bawang Putih di Garut, Anjlok

TARKI, (KAPOL).- Setelah pada awal Ramadan sempat meroket hingga mencapai Rp 70 ribu per kilogram, saat ini harga bawang putih di Kabupaten Garut kembali mengalami penurunan.

Bahkan penurunan yang terjadi terbilang drastis yaki mencapai 100 persen.

Penurunan harga bawang putih di Garut di antaranya terpantau di Pasar Induk Guntur atau Pasar Ciawitali Garut.

Pada Selasa (14/5/2019), haraga bawang putih di pasar terbesar di kabupaten Garut tersebut sudah turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

“Sejak beberapa hari terakhir ini harga bawang putih memang kembali mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Hari ini sudah turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram,” ujar Rinda Rabanda, salah satu distributor sayuran di Pasar Guntur.

Dikatakannya, penurunan harga bawang putih ini mulai terjadi sejak tiga hari lalu. Penurunan harga terjadi secara bertahap dari mulai Rp 50 ribu per kilogram hingga kini Rp 35 ribu per kilogram.

Menurut Rinda, penurunan harga bawang putih ini terjadi akibat stok yang melimpah.

Hal ini terjadi akibat banyaknya pasokan bawang putih dari daerah Cirebon sehingga tak lagi terjadi kelangkaan seperti yang sempat terjadi sebelumnya.

Diakuinya, sebelumnya pada menjelang Ramadan para pedagang bawang putih di Garut sempat dibuat kebingungan akibat stok yang sangat kurang.

Memasuki awal-awal Ramadan, kondisi ini malah semakin parah hingga harga bawang putih langsung melonjak hingga Rp 70 ribu per kilogram padahal harga normalnya hanya di angka Rp 20 ribu.

Kondisi seperti ini menurut Rinda juga banyak dikeluhkan para pembeli.

Pembeli merasa sangat kesulitan karena tak hanya harganya yang melambung tinggi tapi ketersediaan komoditas bawang putih pun sangat minim.

“Tiga hari lalu harganya mulai turun menjadi Rp 50 ribu per kilogram dan hari ini kembali turun menjadi Rp 35 ribu. Mudah-mudahan besok lusa akan kembali turun sehingga mencapai harga normal seperti biasanya,” katanya.

Disebutkan Rinda, bawang putih yang biasa dijualnya adalah bawang impor yang didistribusikan melalui gudang di Cirebon.

Ia berharap tidak akan terjadi lagi kelangkaan stok bawang putih yang telah menyebabkan harganya melambung sangat tinggi seperti yang terjadi belum lama ini.

Ia meprediksi harga bawang putih akan kembali mengalami kenaikan menjelang Lebaran nanti.

Namun apabila distribusi stok lancar seperti saat ini, kenaikan harga yang terjadi tidak akan terlalu tinggi.

“Lebaran biasanya harga-harga akan mengalami kenaikan termasuk bawang putih. Mudah-mudahan saja distrunsi barangnya lancar sehingga kenaikannya tak terlalu tinggi,” ucap Rinda.

Diungkapkannya, selain bawang putih, harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Guntur juga mengalami penurunan.

Sayuran yang harganya turun di antaranya kol, kentang, serta berbagai jenis cabai dan bawang merah lokal.

Ia menjelaskan, bawang merah lokal dari semula Rp 30 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 15 ribu, kemudian cabai merah dari Rp 45 ribu menjadi Rp 24 ribu.

Sedangkan cabai rawit maupun cabai inul dari Rp 25 ribu sekarang menjadi Rp 12 ribu per kilogram yang disebabkan stok barang tersedia banyak. (Aep Hendy S)***

Diskusikan di Facebook