Harga Daging Ayam Broiler Merangkak Naik

GARUT, (KAPOL).- Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut mengalami kenaikan.

Anehnya, kenikan harga terjadi nyaris setiap hari dengan kisaran kenaikan rata-rata Rp 1000 per hari.

Iit (50), salah seorang penjual daging ayam di Pasar Induk Ciawitali Garut membenarkan terjadinya kenaikan harga daging ayam. Dari semual harga normalnya hanya Rp 30 ribu – Rp 32 ribu per kilogram, kini sudah mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

“Kenaikannya terjadi sejak sekitar sepekan terakhir. Rata-rata setiap harinya naik seribu rupiah,” ujar Iit, Jumat (13/7/2018).

Menurut Iit, besok atau lusa tak menutup kemungkinan kenaikan harga masih akan terus terjadi. Sehingga bisa saja harga daging ayam broiler ini mencapai di atas Rp 40 ribu per kilogram.

Dikatakannya, kenaikan harga daging ayam tersebut karena minimnya stok daging dari pemasok.

Di sisi lain, permintaan akhir-akhir ini cukup banyak karena banyak warga yang menyelenggarakan hajatan.

“Banyak pembeli untuk memenuhi kebutuhan hajatan atau syukuran baik syukuran naik haji, khitanan, atau nikahan. Tak heran kalau tingkat permintaan akhir-akhir ini tinggi,” katanya.

Khusus pembeli yang buat konsumsi di rumah, tutur Iit, saat ini justeru mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan harga daging ayam yang terus naik sehingga konsumen beralih ke jenis lauk pauk lainnya.

Iit menjelaskan, naiknya harga daging ayam memang selalu terjadi pada saat-saat tertentu tiap tahunnya. Selain ramadhan dan lebaran, kenaikan harga juga selalu terjadi pada saat musim hajatan atau syukuran.

Harga daging ayam, tambahnya, biasanya akan kembali pada kisaran harga normal ketika musim hajatan sudah lewat.

Seperti saat ini dimana sedang musim syukuran naik haji, maka harga daging ayam akan kembali normal ketika jamaah haji sudah berangkat ke Mekkah.

Mahalnya harga daging ayam broiler ini dikeluhkan Iis Nuraini (34), warga Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul. Apalagi kenaikan yang terjadi saat ini cukup signifikan dibanding minggu sebelumnya.

“Terakhir saya beli sekitar sepekan yang lalu, harganya masih Rp 30 ribu per kilogram. Terus tiga hari yang lalu saya juga beli lagi dan harganya sudah naik menjadi 35 ribu. Eh hari ini harganya sudah mencapai Rp 40 ribu per kilogram,” ucap ibu dua anak ini dengan nada heran.

Diakui Iis, mahalnya harga daging ayam ini tentu saja cukup merepotkannya.

Hal ini dikarenakan meskipun harga daging ayam mahal, dirinya pasti akan tetap membelinya.

“Kedua anak saya kalau makan selalu harus ada daging ayam. Kalau tidak dengan daging ayam, mereka pasti mogok makan,” kata Iis.

Ia berharappemerintah segera turun tangan menyikapi kelangkaan pasokan daging ayam yang menyebabkan harganya terus mengalami peningkatan. Jika hal ini terus dibiarkan, bisa-bisa harga daging ayam broiler mencapai Rp 50 ribu per kilogram. (Aep Hendy S)***

Komentari