Hari Pertama Perakitan, Lima Kotak Suara Rusak

 

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Hari pertama perakitan kotak suara di Gudang KPU Kota Tasikmalaya, sebanyak lima unit ditemukan rusak. Secara bentuk masih terlihat utuh meskipun hanya terkelupas di titik tertentu. Untuk sementara sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu dengan kondisi baik.

Demikian dikatakan Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Yulianto ketika meninjau persiapan di gudang logistik KPU Kota Tasikmalaya di wilayah Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Jumat (1/2/2019).

“Saya kira masih bisa digunakan karena hanya terkelupas. Alangkah baiknya yang masih utuh itu bisa untuk digunakan, tapi untuk yang lima ini diamankan terlebih dahulu,” katanya.

Secara umum, kata dia, kondisi gudang cukup baik dari segi akses dan luas serta lokasi. Namun ada beberapa catatan seperti alat pemadam kebakaran untuk berjaga-jaga dalam kondisi darurat.

“Alat pemadam ada empat harus disebar di beberapa titik gudang jangan terkumpul di satu titik,” katanya.

“Kita akan kompilasikan masukan-masukan ke KPU Provinsi Jabar supaya kebijakan tidak bersifat parsial. Setelah kita merangkum dari kunjungan ke 12 Kabupaten Kota dalam beberapa hari ini,” ujarnya.

KPU Kota Tasikmalaya sendiri mulai merakit kotak suara berbahan dasar dupleks tersebut. Satu persatu set tersebut dilipat hingga terbentuk kotak suara.

Setidaknya ada 21 orang untuk merangkai 10.410 kotak suara yang akan di sebar di 2.063 TPS di Kota Tasikmalaya di Pemilu tahun 2019.

“Targetnya dalam seminggu selesai. Kalau yang ditemukan terkelupas tadi kita akan laporkan ke KPU Provinsi Jawa Barat,” ujar Komisioner divisi hukum dan informasi KPU Kota Tasikmalaya, Bambang Setiawan.

Ia mengatakan, kelengkapan logistik yang tersedia di Gudang diantaranya kotak suara, sejumlah peralatan, tinta dan lainnya. Sementara surat suara, formulir dan alat bantu bagi pemilih disabilitas masih menunggu informasi dari pusat dan Provinsi.

“Template bagi pemilih disabilitas yang belum diterima, petunjuk teknisnya baru kita terima hari ini. Untuk surat suara, formulir dan sisanya kita juga masih menunggu kapan akan didistribusikan ke daerah,” katanya. (Inu Bukhari)***