Helaran Budaya dan Citanduy Festival di Jalan Letjen Suwarto

BANJAR, (KAPOL).- Sebanyak 24 Desa/Kelurahan se-Kota Banjar, kecuali Desa Cibeureum, Kec/Kota Banjar mengikuti helaran seni budaya HUT Kota Banjar ke-15 di Jalan Letjen Suwarto Kota Banjar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (10-11/2/2018).

Acara tersebut dibuka Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih pada Sabtu pagi.

Dilanjutkan, siangnya pukul 13.00 WIB dibuka Citanduy Festival 2018, masih di Jalan Letjen Suwarto, hanya saja beda panggung dan berjarak ratusan meter dari panggung peresmian helaran budaya sebelumnya.

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, mengharapkan, melalui helaran seni budaya tahun 2018 ini mampu menumbuhkan dan melestarikan rasa cinta terhadap budaya tradisional.

“Diharapkan juga mampu menumbuhkan suatu karya, kreasi, kreativitas dan inovasi para pelaku seni di Kota Banjar. Saat ini, manuk janur dan reog dongkol Banjar sudah terkenalnya,” ujarnya.

Terkait pagelaran Citanduy Festival 2018 yang dilaksanakan di Jalan Letjen Suwarto, menurut Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, ini ajang mempromosikan potensi wisata, seni tradisional dan kuliner di Kota Banjar.

“Jika Bendungan Leuwi Keris selesai nanti, diyakini sungai citanduy menjadi obyek wisata terkenal,” kata Hj. Ade.

Ketua Panitia Pelaksana Helar Seni Kota Banjar, Oom Supriatna didampingi Kasi Kesenian dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Hj.Hotimah, menyatakan, tidak ikutnya Desa Cibeureum jadi peserta helaran, berlatar seni Manuk Janur asal Cibeureum sudah beda kelas lagi sekarang ini.

“Seni Manuk Janur khas Desa Cibeureum levelnya sudah beda, karena menjadi juara nasional. Upaya mempromosikan seni Banjar lainnya, direncanakan reog dongkol ditampilkan tadi, dijadikan duta Banjar saat acara di Garut dalam waktu dekat ini,” ucap Oom seraya mengharapkan, helaran yang menyajikan tontonan jadi tuntunan, sekaligus ajang promosi daerah Banjar. Selam acara, mayoritas penontonya kalngan pelajar.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Banjar, Nana Suryana, menargetkan dari aneka promosi pariwisata Kota Banjar sekarang ini, pada tahun 2018 mampu mendatangkan dan mampir 150 ribu turis di Kota Banjar.

“Walaupun mampir sebentar di Kota Banjar, tidak semuanya berkunjung ke tempat wisata, misal hanya mampir beli bensin di Banjar saat mau ke Pangandaran, kami hitung itu juga sebagai turis dan ditargetkan mencapai 150 ribu selama tahun 2018 ini,” ujar Nana.

Sejumlah masyarakat yang menghadiri helaran seni dan citanduy festival merasa terhibur. ” Acara ini bagus dan menarik, hanya kurang promosi saja. Terbukti banyak masyarakat yang tidak tahu even tingkat kota ini,” kata seorang mahasiswi, Risna dan Feri.

Lebih lanjut dia merasa aneh, namanya “Citanduy Festival”, yakni, membesarkan nama Citanduy dan aneka potensi wisata, namun acaranya digelar didaratan yang jauh dari sungai citanduy dan tempat wisata khas Banjar selama ini.

Kedua acara yang menarik perhatian masyarakat Banjar itu, tidak dihadiri Wakil walikota Banjar, H.Darmadji Prawirasetia.

Saat itu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih didampingi Bakal Calon Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Banjar dan mantan Walikota Banjar, H.Herman Sutrisno.

Pada kesempatan itu, hadir juga Ketua DPRD Banjar, Dadang R Kalyubi, Sekda Banjar, H.Ade Setiana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banjar, H.Dahlan dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Banjar, Nana Suryana dan kepala OPD lainya, serta Muspida dan Muspika Kota Banjar. (D.Iwan)***

Komentari