Hujan Es Disertai Angin Kencang Tumbangkan Pohon dan Rusak Bangunan

SINGAPARNA, (KAPOL).-Hujan es disertau angin kencang dan sambaran petir mengguyur kawasan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (7/12/2018). Akbatnya sejumlah rumah warga rusak dan pohon bertumbangan menimpa kabel listrik dan kendaraan.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian yang berlangsung sekitar pukul 16.30 tersebut di wilayah Kecamatan Singaparna dan sekitarnya. Selain membuat warga panik, juga membuat sejumlah pohon tumbang dan bangunan porak poranda.

Seperti halnya di depan kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Raya Singaparna, Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna. Sebuah pohon besar tumbang akibat hembusan angin kencang. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Raya Singaparna mengalami kemacetan.

Salah seorang warga, Hendar Suhendar mengatakan kejadiannya sangat membuat panik. Saat itu, hujan deras yang disertai es dan angin kencang. Belum lagi sambaran petir membuat semakin menakutkan.

Akibat hujan es yang disertai angin kencang tersebut, membuat sejumlah pohon dan bangunan mengalami kerusakan. Arus lalu lintas juga, mengalami kemacetan karena ada pohon yang tumbang dan menutupi badan jalan. Bahkan, dikabarkan ada kendaraan yang tertimpa pohon.

“Saya panik sekali, karena lihat terjadi hujan es yang disertai angin sangat kencang. Ketika itu saya juga melihat pohon besar yang berada di depan tumbang. Untung tidak menimpa rumah, karena tumbang ke arah sawah,” ucapnya.

Menurutnya, tidak jauh dari tempatnya berada, pohon-pohon juga bertumbangan. Ada yang melintang ke jalan, bahkan dikabarkan ada kendaraan yang tertimpa, ungkapnya.

Warga lainnya, Andi mengatakan saat kejadian dirinya sedang dalam kendaraan. Beruntung, saat pohon-pohon bertumbangan tidak sampai menimpa mobilnya. Padahal, sepanjang jalan banyak pohon yang bertumbangan. Bahkan, terlihat banyak rumah yang rusak serta sepeda motor yang tertimpa pohon yang tumbang serta kabel listrik putus, ungkapnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi terkait jumlah kerusakan akibat kejadian tersebut. Doduga pihak BPBD Kabupaten Tasikmalaya, masih sibuk karena terjun langsung ke lapangan. (Ema Rohima)***

Komentari