IGRA Kota Tasik Dorong Lembaga RA Lakukan Akreditasi

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Tasikmalaya bersama Kemenag Kota Tasikmalaya mengadakan pelatihan dan bimbingan teknik akreditasi program PAUD RA se-Kota Tasikmalaya di sekretariat IGRA Kota Tasikmalaya, Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Cilolohan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (17/6/2019).

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari persiapan pengajuan akreditasi yang dilakukan lembaga RA, khususnya di Kota Tasikmalaya. Dalam hal ini, IGRA Kota Tasikmalaya mendorong semua lembaga RA di Kota Tasikmalaya untuk melakukan akreditasi yang muaranya pada peningkatan kualitas pendidikan jenjang RA di Kota Tasikmalaya.

Dalam kegiatan yang diikuti perwakilan RA yang akan mengajukan akreditasi tersebut, disampaikan materi teknik menuju akreditasi, khususnya dalam pengisian Evaluasi Diri Satuan (EDS) Sispena 2.0. Pengisian data pada EDS Sispena 2.0 tersebut merupakan tahap awal akreditasi yang diadakan BAN PAUD-PNF Jawa Barat.

Selain teknis tersebut, persiapan lembaga RA dalam menghadapi akreditasi juga memperhatikan aspek RA yang ramah anak. Hal ini dilakukan karena penilaian yang dilakukan dalam akreditasi adalah performa RA pada saat kegiatan belajar mengajar yang mengusung ramah anak.

Wakil Ketua 2 IGRA Kota Tasikmalaya, Dhety Oktariny, S.Pd kepada “KP” pada pengujung kegiatan mengatakan bahwa terdapat 44 file yang harus diunggah dalam EDS Sispena dari 40 butir standar, sesuai 8 Standar Nasional Pendidikan.

Setelah EDS Sispena diisi, maka tahap selanjutnya adalah Klasifikasi Permohonan Akreditasi (KPA). Setelah itu, kemudian dijadwalkan visitasi asesor yang datang ke lembaga untuk menilai performa lembaga RA bersangkutan.

Setelah itu, masuk ke tahap validasi. Akreditasi RA terdiri dari grade A, B, C, dan tidak terakreditasi. Grade tersebut sesuai dengan poin-poin yang didapat RA bersangkutan, di mana poin-poin tersebut dihasilkan dari Instrumen Penilaian Akreditasi (IPA) pada saat visitasi.

Grade A akan didapat oleh lembaga yang mendapat lebih dari 850 poin, grade B apabila mendapat nilai antara 701 – 850 poin, grade C antara 551 – 700 poin, dan tidak terakreditasi kurang dari 551 poin. Setelah adanya kegiatan tersebut, diharapkan semua RA bisa mendaftar secara daring alias online ke EDS Sipena oleh masing-masing lembaga.

Adapun dari 137 lembaga RA di Kota Tasikmalaya, terdapat 50 lembaga RA yang saat ini mendaftar. “(RA) yang belum terakreditasi banyak, tapi yang sekarang mendaftar ada 50 RA ,” katanya.

Dikatakannya, banyak faktor yang membuat lembaga RA belum melakukan akreditasi. “Biasanya kesiapan dari internal dan eksternal,” katanya.

Apabila sudah terakreditasi, maka mutu pendidikan lembaga RA tersebut telah terukur, karena instrumen pendidikannya telah masuk standar yang ditentukan secara nasional. (Aji MF)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...