IGTKI Dorong Para Guru Melek Teknologi

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-Persatuan Guru Republik Indonesia mendorong para guru TK untuk melek teknologi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang serba canggih.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan halal bihalal Idulfitri 1440 Hijriyah dan HUT ke-69 IGTKI-PGRI Kota Tasikmalaya di Gedung Serbaguna Setda Kota Tasikmalaya, Rabu (26/6/2019). Dalam kesempatan itu hadir lebih kurang 500 guru TK se-Kota Tasikmalaya.

Ketua IGTKI Kota Tasikmalaya, Dede Sapariyah, M.Pd. dalam kesempatan itu menyampaikan sambutan HUT ke-69 dari pengurus pusat IGTKI-PGRI yang di dalamnya antara lain berisi mengajarkan pendidikan karakter, wajib PAUD satu tahun pra-SD serta mengubah pola pikir dalam pengelolaan pendidikan menuju kemajuan teknologi. Sehingga apa yang dipelajari peserta didik adalah apa yang dibutuhkan di masa depan.

Dijelaskan Dede, tema HUT tahun ini yaitu “Mewujudkan Guru Taman Kanak-kanak Sebagai Penggerak Pembaharu Menuju Indonesia Cerdas dan Berkarakter Dalam Era Revolusi Industri 4.0”.

Sejalan dengan tema tersebut, pihaknya mendorong para guru TK, khususnya di Kota Tasikmalaya untuk melek teknologi, karena hal tersebut menjadi kebutuhan di zaman sekarang.

“Sesuai tema kegiatan, guru-guru harus semakin menguasai IT, berkaitan era Revolusi Industri 4.0. Segala sesuatu serba teknologi yang canggih, sehingga guru TK pun perlu menguasai IT untuk melahirkan peserta didik yang juga pintar dalam menguasai teknologi,” katanya.

Menghadapi tantangan tersebut, IGTKI Kota Tasikmalaya rutin mengadakan berbagai pelatihan dan seminar guna meningkatkan kompetensi guru TK. Terbaru, akan ada pelatihan menulis bekerjasama dengan salah satu penerbit yang dijadwalkan pada September mendatang.

Di luar itu, terdapat agenda rutin yang diikuti para peserta didik dari seluruh TK di Kota Tasikmalaya yang berjumlah 94 lembaga. “Kami (IGTKI Kota Tasikmalaya) rutin mengadakan program kreativitas guru-guru, anak TK, manasik haji, dan karnaval tahunan,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi mengatakan bahwa berkaitan ulang tahun ke-69 IGTKI-PGRI yang jatuh pada 22 Mei 2019 lalu, guru-guru TK harus semakin profesional.

Hal ini penting karena selain pengasuhan di keluarga, seorang anak pertama kali mengenal pendidikan formal yaitu di jenjang usia dini atau TK. Pada era teknologi saat ini, guru TK diharapkan lebih inovatif dan kreatif dalam mendidik anak-anak.

Pihaknya juga mengapresiasi berbagai pembelajaran yang dilakukan IGTKI Kota Tasikmalaya yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensinya, yang ujungnya pada peningkatan kualitas output peserta didik.

“Anak-anak TK masih berkembang otaknya. Kalau salah urus dan mengajar, berbahaya bagi otaknya yang akan berdampak ke depannya kala sudah dewasa, tidak maksimal dalam kognitifnya, emosinya,” katanya.

Kepala Dinas juga mengakui bahwa pihaknya  belum signifikan meningkatkan pengembangan SDM. “Karena itu kami mengapresiasi rekan-rekan guru-guru TK itu sendiri, mereka sering bahkan dengan dana sendiri mengundang ahli untuk mengembangkan kompetensi mereka. ini yang perlu didorong,” ujarnya.

Pihaknya juga terus mengupayakan kesejahteraan guru TK, di samping kesejahteraan yang saat ini diterima para guru TK di Kota Tasikmalaya. “Mudah-mudahan ke depan dari daerah juga ada semacam untuk memotivasi.

Kalau di daerah lain katanya ada tunjangan dari (pemerintah) daerahnya. Kita belum sampai ke sana, karena jajaran pendidikan ini tidak hanya TK, tapi ada SD SMP. Itu cukup besar. Mungkin dua pertiganya dari pegawai. Mudah-mudahan nanti APBD kita kuat, kesejahterannya nanti sama (dengan daerah lain) dari APBD,” katanya. (Aji MF)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...