oleh

Ikhtiar Membangun Kemitraan Para Penyelamat Air

-SOSIAL-9 views

TASIKMALAYA, (KAPOL) – Sarasehan Citanduy bertajuk “Membangun Sinergitas Lintas Sektoral dalam rangka Menumbuhkembangkan Pengelolaan Sungai Melalui Peradaban Budaya” digelar di Hotel Harmoni, Kota Tasikmalaya, Kamis (26/9/2019).

Diskusi terfokus itu diprakarsai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Ir. Danang Bhaskoro, menuturkan sinergitas ini merekat lintas sektor, pemerintah, swasta, peeguruan tinggi, komunitas pecinta sungai di wilayah sepanjang Sungai Citanduy.

“Sungai kita jaga. Tapi kita sadar tidak bisa berjalan sendiri,” katanya.

Narasumber yang dihadirkan Sekretaris GNKPA PUPR Dr. Sumudi Kartono, Dr. Hikmat Rhamdan (ITB), Nanang Kurniawan (PT PGE Area Karaha), Ilham Kurnia (Patanjala).

Dr. Sumudi memandang air untuk kepentingan hidup. Perlu dipertajam jejaring kemitraan dalam pengelolaan sungai. “Pernah ada wacana tahun 2040 akan kekeringan. Apakah isu itu bisa ditepis begitu saja? Karena sampai saat ini tidak ada air sintetis,” katanya seraya mengingatkan Citanduy bisa berdiri sendiri.

“Daerah aliran sungai ibarat tubuh. Hulu, tengah, hilir. Tiap bagian karakteristiknya berbeda, perlakuan yang diterapkan pun berbeda. Disesuaikan karakteristik, baik fisik, ekonomi, sosial, budaya, kelembagaan. Kesatuan ekologis, kesatuan sosial budaya,” ujar Dr. Hikmat Ramdan.

Menurutnya, sekali terjadi perubahan ekosistem akan berdampak domino. Perubahan dalam struktur ruang/lanskap akan berpengaruh terhadap fungsi, jasa, dan nilai manfaat atau jasa ekosistem. Kita tak pernah berubah sebagai makhluk ekologis, yang berubah cuma gaya hidup. Ada yang tergerus.

“Sejauh mana dan seberapa besar kita menghargai air dan ekosistemnya? Tak pernah ada air tersedia sesuai siklus. Tak ada substitusi air karena air tidak mungkin digantikan bensin atau solar. Jika masih butuh air, jaga ekosistemnya. Karena air adalah kebaikan ekosistem kehidupan,” katanya.

Komentar

News Feed