Ilmu Jurnalistik Perlu Diketahui Semua Kalangan

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Di era digitalisasi informasi saat ini, ilmu jurnalistik perlu diketahui semua kalangan. Hal tersebut berguna untuk menyikap berita yang ada, supaya dapat dibedakan mana berita benar dan mana berita bohong atau dikenal hoax.

Hal tersebut turut dibahas dalam kegiatan seminar jurnalistik dan live music accoustic yang diadakan mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Perjuangan (Unper) yang mendapatkan tugas mata kuliah semester VI management event, bertempat di Gelanggang Generasi Muda (GGM), Dadaha, Kota Tasikmalaya, Senin (24/6/2019).

Kegiatan bertajuk “Membuka Informasi Dengan Jurnalistik” ini diisi narasumber dosen Universitas Perjuangan, Dudu Risana, MM., yang juga Redaktur di Harian Umum Kabar Priangan.

Sesuai tema kegiatan, para peserta yang merupakan mahasiswa Manajemen serta masyarakat umum tersebut mendapat wawasan agar  bijak dalam menyikapi berita pada zaman sekarang, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial.

Penggunaan media sosial yang dapat diakses oleh siapapun, perlu diimbangi dengan wawasan dalam menggunakan media sosial secara bijak. Hal tersebut diperlukan salah satunya untuk menyaring antara berita benar dan bohong.

“Jika berita bohong, maka jangan disebarkan karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain, bahkan akan berhadapan dengan hukum karena adanya Undang-Undang ITE,” katanya.

Materi lainnya yang direspons positif oleh para peserta yaitu mengenai teknik dasar pembuatan berita yang harus memenuhi unsur 5W 1H atau unsur who (siapa), what (apa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).

Pemateri juga turut memberikan tips dalam penulisan berita yaitu dengan pembuatan lead atau awal berita yang baik. Meskipun singkat, namun lead berita tersebut padat, artinya memenuhi unsur 5W 1H dan mencakup berita lengkap yang ada pada paragraf setelahnya.

Ketua panitia kegiatan, Fakhri Mudzakir mengatakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari pemenuhan tugas management event yang berisi pengalaman dalam mengonsep acara, mengadakan acara, hingga laporan dari kegiatan tersebut.

Adapun pemilihan acara seminar jurnalistik, kata Fakhri, karena ilmu jurnalistik diperlukan oleh masyarakat termasuk mahasiswa dalam menyikapi berita yang ada.

“Kami melihat banyak berita yang bersinggungan dengan SARA, banyak informasi tidak benar alias hoax. Supaya pendengar itu tahu bagaimana cara membedakan berita benar dan hoax, sehingga nantinya minimal bisa menyaring berita yang benar dan hoax,” ujarnya.

Salah seorang peserta seminar yang juga mahasiswi Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Cinthiya Muizz Abita Sari mengatakan bahwa ia tertarik mengikuti kegiatan tersebut untuk mengetahui teknik pengambilan data yang sejalan dengan tugas dan keseharian jurnalis.

Meskipun dari Fakultas Pertanian, Cinthiya mengaku dirinya senang mewawancarai seseorang. “Jadi saya perlu tahu tentang teknik pengambilan data oleh wartawan di lapangan seperti apa,” katanya seraya mengatakan bahwa ilmu jurnalistik perlu diketahui supaya bisa mengelola suatu informasi dalam kehidupan sehari-hari supaya tidak merugikan orang lain. (Aji MF)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...