Imlek 2570, Sehati Sejiwa Berbagai Sukacita

CIHIDEUNG, (KAPOL).- Lagu Indonesia Raya menjadi awal dari perayaan Imlek 2570 di Graha Asri Plaza Asia, Minggu (10/2/2019) malam. Dalam perayaan tersebut tidak hanya warga keturunan Tionghoa se-Priangan Timur dan kota-kota besar di Pulau Jawa, akan tetapi juga turut hadir tamu undangan dari lintas agama dan etnis.

Kehangatan dalam kebersamaan Perayaan Imlek 2019 ini mengambil tema Sehati Sejiwa, Berbagi Sukacita, Untuk Hidup Sejahtera yang  diselenggarakan oleh Gereja Katolik St Yohanes Ciamis dan Gereja Katolik Hati Kudus Tasikmalaya.

Walikota Tasikmalaya Drs H. Budi Budiman yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan keragaman merupakan salah satu aset dalam menjaga semangat kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Baik yang dimiliki Indonesia maupun Kota Tasikmalaya. Sehingga,  Imlek harus bisa menjadi motivasi untuk memperkuat kebersamaan di masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa berdiri kuat tanpa ada kebersamaan di masyarakat. Saat ini Indonesia tengah menghadapi kontestasi politik dari mulai Pemilu Legislatif sampai Pemilu Presiden (Pilpres). Kami berharap kebersamaan masyarakat terutama di Kota Tasikmalaya tetap terjaga tanpa terganggu perbedaan dukungan politik. Mari kita bangun kebersamaan dan persaudaraan,”ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Tasikmalaya KH Ate Musodik mengatakan Indonesia adalah negara kesepakatan karena penduduknya meliputi berbagai etnis, budaya dan agama. Dikatakannya, bahwa kita adalah sebangsa dan kita adalah sama.

Pastor Paroki St Yohanes Ciamis, RM Mikael Adi Siswanto mengungkapkan, imlek bukan hanya milik satu umat atau golongan, namun acara yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh semua umat untuk merekatkan semua anak bangsa dan imlek milik semua etnis.

Dalam perayaan kali ini merupakan yang kedua kalinya dan yang pertama pada 2016 dan terselenggaranya peryaan imlek karena semua etnis di Priangan Timur menaruh cinta dan kerinduan.

“Kita merindukan saat-saat membangun bangsa dan negara dengan baik, maka diambil tema perayaan imlek tahun ini yakni Sehati Sejiwa, Berbagi Sukacita, Untuk Hidup Sejahtera agar kita bisa sehati sejiwa dalam kebersamaan bukan berbagi kebencian dan permusuhan. Momen ini yang ditungg-tunggu, merangkul seluruh elemen masyarakat dalam kehangatan dan kebahagiaan,” katanya.

Dikatakan Ketua Panitia Imlek Bersama 2570, Paulus Joni Lihan, pihaknya mengucapkan ketulusan ungkapan syukur atas semua rahmat yang membuat hidup kita menjadi lebih bahagia. Sepentasnya bersyukur kepada Tuhan yang memberi kita kesempatan merayakan Imlek Bersama.

Hanya Tuhan yang mempersatukan kita semua untuk bersama-sama berkumpul merayakan pedta budaya tradisional Tionghoa ini dengan penuh kedamaian dan sukacita.

Pada perayaan kali ini, kata Joni, seluruh ketua forum umat beragama di Priangan Timur turut hadir termasuk Walikota Tasikmalaya dan Ketua FKUB Tasikmalaya, hadir pula tokoh FKUB se-Priangan Timur, perwakilan GP Ansor dan para tokoh lintas agama.

Diharapkan kedepan bisa kembali merayakan kebersamaan ini dan bisa tetap menjalin komunikasi yang baik antar sesama. Dikatakannya, dalam perayaan tersebut ditampilkan beberapa hiburan dan kreasi seni dari mulai atraksi wushu, barongsai, tari tradisional, lagu-lagu khas Tionghoa. Acara juga semakin meriah karena panitia dengan membagikan berbagai doorprize untuk para undangan.

Sementara perwakilan dari Kelenteng Ciamis, Ho Kie Hui mengungkapkan, perayaan imlek ini harus terus diselenggarakan agar bisa menjalin tali kebersamaan baik sesama tionghoa maupun dengan etnis lainnya.

Hal ini guna persaudaraan antar umat. Selain itu, imlek diperingati untuk agar generasi selanjutnya tetap mengenal budaya dan tradisi para leluhur juga nenek moyangnya. (Erwin RW)***