Infrastruktur Optimal Dongkrak Perekonomian Masyarakat

PEMBANGUNAN infrastruktur yang masif di seluruh wilayah Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan dampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten dan Kota Cirebon, Jawa Barat.

Menurut Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno, S.IP, M.Si, wilayah Cirebon sebelumnya menjadi ramai karena menjadi daerah lintasan utama Jalur Pantai Utara (Pantura) dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Namun saat ini ketika Tol Cikampek-Palimanan atau Tol Cipali selesai, Cirebon berkembang semakin pesat, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Edi Suripno kepada “KAPOL” , Senin (28/01/2019).

Menurut Ketua DPRD Kota Cirebon itu, Tol Cipali cukup identik dengan Kota Cirebon, dan keberadaannya mampu menghidupi dan meningkatkan perekenomian masyarakat, terbukti saat ini Kota Cirebon menduduki urutan ke-4 kota termaju di Provinsi Jawa Barat.

“Jika dulu hanya pesisir utara Cirebon yang berkembang karena adanya Jalur Pantura, maka kehadiran Tol Cipali di jalur tengah Cirebon membuat seluruh wilayah Cirebon berkembang pesat,” ucap Edi Suripno.

Ia memuji dan mendukung visi pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur wilayah dalam empattahun terakhir ini.

“Dibutuhkan pemimpin daerah yang mempunyai kapabilitas tinggi dan memiliki visi yang sama dengan visi pemimpin nasionalnya, sehingga seluruh wilayah Indonesia mencapai kemajuan yang adil dan merata, dan seluruh rakyat menikmati kesejahteraan bersama-sama,” tuturnya.

Perekonomian rakyat

Sementara itu praktisi ekonomi Iis Aisyah, M.Si mengakui, ia dan seluruh rakyat tidak bisa tutup mata terhadap kinerja dan hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Presiden Jokowi saat ini, termasuk kemajuan yang terjadi di wilayah Kota Cirebon.

“Pembangunan infrastruktur Indonesia sangat signifikan dan pesat apabila dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, misalnya Thailand, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Manfaat pembangunan infrastruktur dapat dirasakan langsung maupun tidak langsung, terutama bagi perekonomian dan kualitas hidup rakyat Indonesia,” katanya.

Ia menilai, sejak zaman orba hingga pemerintahan Presiden SBY, pembangunan infrastruktur secara nasional cenderung stagnan atau naik secara tidak signifikan, namun dalam periode empat tahun kepemimpinan Jokowi, pembangunan infrastruktur tampak nyata dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, konsep pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat harus memicu masyarakat di daerah untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan, termasuk dalam melakukan pengawasan.

Peran mahasiswa, menurutnya, termasuk vital dalam mengawasi pembangunan infrastruktur di daerah, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah.

“Para mahasiswa harus aktif dalam pengawasan pembangunan yang sedang berjalan, termasuk program Dana Desa yang merupakan salah satu program Pemerintah Pusat untuk mendukung pembangunan infrastruktur di daerah-daerah,” tuturnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif Cirebon Leadership Forum, Maiz Wahid Anshori, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang meningkat membuat mobilitas masyarakat juga semakin tinggi, sehingga mampu mendorong terjadinya peningkatan perekonomian yang lebih cepat.

“Pembangunan infrastruktur mampu memangkas waktu dalam pendistribusian hasil-hasil bumi,” ucapnya.

Ia berpendapat, Presiden Jokowi telah menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih baik dan lebih maju dibanding sebelumnya, dan hal itu bisa dibuktikan dan dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Ia mengharapkan seluruh masyarakat tidak tertipu dengan berbagai informasi yang menyesatkan, yang saat ini beredar di tengah-tengah masyarakat. (Devi Supriyadi)***