Ini Prosesi Jamasan Pusaka Peninggalan Kerajaa Galuh

CIAMIS, (KAPOL),-Kekayaan tradisi budaya bumi tatar Galuh Ciamis, tidak ada habisnya. Salah satunya Tradisi Jamasan pusaka peninggalan Kerajaan Galuh yang dilaksanakan di Situs Jambansari Rabu (5/12/2018).

Prosesi Jamasan itu sendiri diawali dengan mengeluarkan benda pusaka peninggalan Kerajaan Galuh Raden Adipati Aria Koesoemadiningrat dari Museum Galuh Pakuan Selagangga. Kemudian diarak mengelilingi wilayah perkotaan Ciamis oleh para kabuyutan dan masyarakat Galuh dengan berjalan kaki.

Rute yang dilalui menyusuri jalan KH Ahmad Dahlan lalu ke jalan HOS Cokroaminoto kemudian ke jalan Tentara Pelajar dan berakhir di Situs Jambansari. Kirab ini diikuti oleh ratusan orang.

Tujuan dari kirab pusaka tersebut untuk menunjukan kepada masyarakat luas agar mengetahui peninggalan-penginggalan sejarah Galuh. Supaya ikut melestarikan dan memelihara peninggalan karuhun budaya Galuh.

Setelah di Situs Jambansari, dilaksanakana Tradisi Jamasan atau membersihkan benda pusaka berbagai jenis peninggalan Galuh tersebut. Dibersihkan menggunakan 9 mata air yang terdiri dari mata air Astana Gede Kawali, Salawe, Pulau Mejeti, Panjalu, Gunung Padang, Karangkamulyan, Putrapinggan, Imbanagara dan Jambansari.

Jamasan dilakukan oleh petugas dari mulai memandikan pusaka menggunakan air dan jeruk nipis, lalu dikeringkan dan diberi minyak khusus kemudian dimasukan kembali ke dalam wadahnya untuk disimpan di Museum.

“Kirab pusaka dan jamasan ini dilakulan setiap tahun, tapi sudah dua tahun ini kami lakukan terbuka bersama masyarakat umum. Dulu itu dilakukan hanya diikuti oleh para keturunan saja,” terang Panitia yang juga Sesepuh Yayasan Koesoemadiningrat, R Hanif Radinal.

Total benda pusaka peninggalan Kerajaan Galuh dan Kanjeng Prebu yang tersimpan di Museum Galuh Pakuan 150 buah. Namun secara simbolis dilakukan Jamasan hanya sebagian, sisanya dilakukan secara bertahap.

Usai kirab pusaka dan jamasan kemudian dilanjutkan festival budaya yang menampilkan berbagai kesenian di Taman Lokasana Ciamis.

“Membersihkan benda pusaka tujuannya supaya terawat dan terpelihara tidak mudah rusak. Untuk ditunjukan kepada generasi penerus,” Terang Hanif.

Kata dia, dengan Kirab Pusaka dapat menggaungkan kembali nama Galuh dan Ciamis. Karena budaya sebagai jati diri bangsa dan aset bangsa yang harus dipelihara.

“Kedepan, mudah-mudahan kirab pusaka dan jamasan ini lebih meriah lagi dan diikuti oleh seluruh warga Tatar Galuh Ciamis,” pungkasnya.(Yogi T Nugraha)***

Komentari