Insiden Tolikara: Pemerintah Harus Tegas

[quote] Ormas Islam di Kota Tasik Menuntut Pemerintah Tegas[/quote]
3768TASIKMALAYA, (KP.coid).-
Ormas Islam di Kota Tasikmalaya, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Persatuan Umat Islam (PUI), menuntut Pemerintah tegas atas insiden SARA di Tolikara Papua pada Jum’at (17/7/2015). Hukum harus ditegakkan, sampai terungkap siapa dalang dan motif pembakaran tersebut.

Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya menegaskan, tanggungjawab negara menjamin keamanan warganya. Insiden tersebut harus diusut tuntas dan hukum harus terus ditegakkan.

“Kepada umat Islam juga harus waspada, jangan mudah terprovokasi dan selalu tingkatkan ukhuwah,” kata Didi, Sabtu (18/7/2015).

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Iip Syamsul Arif pun sama. Tapi umat harus tetap mengedepankan persatuan dan perdamaian serta menghargai perbedaan.

“Selesaikan masalah itu secara profesional dan proporsional, serta berorientasi Indonesia berkemajuan,” ujarnya.

Ketua DPD PUI, Asep Deni Adnan Bumaeri juga menyayangkan dan mengutuk keras insiden yang melukai umat islam itu. Perbuatan tersebut mencoreng tatakrama kerukunan hidup beragama yang selalu dituntut pada umat Islam.

“PUI mendorong umat Islam di Tolikare Papua bersabar dan terus berani melaksanakan perintah Allah, serta menuntut pemerintah mengusut tuntas dalang dibalik insiden itu,” ucapnya.

Mereka disebut apa?
Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Acef Noor Mubarok mengungkapkan sikap non muslim demikian karena ada niat dan peluang.

Niatnya sejak lama sesuai dalam Surat Albaqarah ayat 120 dan peluangnya mereka tahu ada umat Islam yang kadang berseberangan pendapat sehingga menimbulkan disharmonisasi internal.

MUI pun menuntut pemerintah bertindak adil jangan ada kejadian menimpa gereja, umat Islam disebut teroris dan diperlakukan sadis, smentara yang membakar masjid mau disebut apa?.

“Yang jelas umat Islam sedang menunggu sikap pemerintah,” tuturnya tegas. (Jani Noor)***

Komentari