Intensitas Razia Ditingkatkan

Untuk Menekan Angka Lakalantas

KARANGPAWITAN, (KAPOL).-Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut akhir-akhir ini kian meningkatkan intensitas razia. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menekan angka kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang masih sering terjadi.

Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Garut, IPTU Zaenuri, tahun 2018 lalu angka laka lantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Garut tergolong tinggi. Dari catatan yang ada, telah terjadi 205 peristiwa laka lantas yang menyebabkan 179 orang meninggal dunia, 22 luka berat dan 410 luka ringan.

Angka tersebut diakui Zainuri terbilang cukup tinggi. Tingginya angka kasus laka lantas ini disebabkan berbagai faktor, akan tetapi yang paling dominan akibat human error atau kesalahan manusia.

“Memang cukup tinggi kasus laka yang terjadi selama tahun 2018 lalu meskipun dibandingkan tahun sebelumnya mengalami penurunan. Selama ini kita terus berupaya menekan tingginya angka laka lantas melalui berbagai cara,” ujar Zainuri.

Sedangkan pada tahun 2019 hingga pertengahan Februari ini, tuturnya, jumlah angka laka lantas tercatat sebanyak 26 kejadian. Dari 26 kejadian tersebut, telah menyebabkan 13 orang di antaranya meninggal dunia.

Zaenuri menyebutkan, pada umumnya laka lantas terjadi pada sore hingga malam hari.Mayoritas pengendara kurang begitu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas atau pembatas jalan, selain ada juga akibat ulah pengendara yang ugal-ugalan.

Yang patut disayangkan lagi katanya, korban laka lantas mayoritas didominiasi mereka yang usianya masih produktif yakni antara 20 hingga 40 tahun. Sedangkan untuk kasus laka lantas yang melibatkan anak di bawah umur saat inii sudah mulai berkurang seiring seringnya dilakukan sosialisasi oleh tim Satlantas Garut terkait aturan berlalu lintas terhadap masyarakat dan juga sekolah-sekolah.

Lebih jauh Zainuri mengimbau para pengguna jalan untuk selalu hati-hati dan waspada. Apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini yang menurutnya menyebabkan potensi terjadinya laka lantas semakin tinggi.

“Di saat-saat seperti ini dimana intensitas curah hujan yang selalu tinggi, tingkat kerawanan terjadinya laka lantas kian tinggi. Hal ini disebabkan kondisi jalanan yang licin serta jarak pandang yang terbatas,” katanya.

Dibeberkan Zainuri, untuk menekan tingginya angka kasus laka lantas di wilayahnya, pihaknya terus melalukan berbagai langkah prefentif dan antisipatif di antaranya kian meningkatkan intensitas razia.

Hal ini diharapkan bisa menekan terjadinya tingkat pelanggaran yang dilakukan yang ujung-ujungnya bisa menekan tingginya angka kasus laka yang terjadi.

“Selain itu, tanpa mengenal rasa bosan kami juga terus melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dalam membawa kendaraan. Hal penting lainnya yang juga selalu kami ingatkan yakni senantiasa memperhatiakan rambu lalu lintas dan mentaati aturan yang ada,” ucap Zainuri.(Aep Hendy S)***