oleh

Irwansyah Putra, Optimalkan Sinergitas Dewan dan Pemkab

SUMEDANG, (KAPOL).- Irwansyah Putra (IP) dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumedang periode 2019-2024, Selasa 1 Oktober 2019.

Usai dilantik, IP mengaku akan tetap optimal dalam mewujudkan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, dibawah kepemimpinan H. Dony Ahmad Munir dan Wakilnya H. Erwan Setiawan.

“Sejauh ini, program Pemerintah Daerah dengan visi misi Sumedang Simpati dinilai sudah bagus. Selama program Sumedang Simpati pro terhadap rakyat, kenapa tidak kami dukung. Tentu saja, kami akan mendukung sepenuhnya,” ucapnya.

Irwansyah mengatakan, kalau pun selama kepemimpinannya nanti ada persoalan, tentu pihak DPRD dan Pemkab Sumedang akan bersama-sama merumuskan dan memecahkan solusinya.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sumedang, memohon doa dan restu dari seluruh masyarakat Sumedang. Sehingga, saat kami menjalankan tugas dapat berjalan dengan baik juga sesuai harapan warga Sumedang,” katanya.

Semoga, dirinya berikut anggota DPRD yang telah melaksanakan sumpah/janji, Insya Allah akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Sumedang.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi, kepada Pimpinan DPRD Sumedang periode 2019-2024 yang telah dilantik yakni, Ketua DPRD, Irwansyah Putera, Wakil Ketua DPRD, Titus Diah, Jajang Heryana dan Ilmawan Muhamad.

“Semoga pimpinan dan anggota DPRD yang telah dilantik, dapat mengemban amanah dengan sebaik baiknya. Mengingat, volume tugas yang kian meningkat disertai kompleksnya permasalahan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Sumedang makin menuntut optimalisasi kinerja dari anggota DPRD,” ujarnya.

Dony mengatakan, demi kelangsungan tugas hak dan kewajiban antara eksekutif dan legislatif dituntut untuk lebih mengutamakan persatuan juga kesatuan bangsa dalam rangka pemenuhan kepentingan rakyat.

“Kami berharap, DPRD dan Pemkab Sumedang dapat bersinergi, senantiasa memelihara komunikasi timbal balik, baik formal maupun informal, langsung mapun tidak langsung dengan didasari saling pengertian, saling melengkapi serta mengisi demi terwujudnya program Sumedang Simpati,” tuturnya.

Kendati demikian, tak menutup kemungkinan kedepan akan terjadi gesekan-gesekan bahkan benturan dalam menentukan sikap dan tindakan yang di laksanakan.

Namun hal itu sejatinya dapat dijadikan sebagai pembelajaran berdemokrasi sehingga, bisa menghasilkan solusi terbaik.

“Apabila terjadi beda pendapat sebaiknya, dikembangkan pada arah titik temu dan mensinergikannya ke situasi yang positif dalam rangka penyusunan serta pelaksanaan berbagai kebijakan pemerintah untuk kesejateraan masyarakat Sumedang,” katanya. (Devi Supriyadi)***

Komentar

News Feed