Istri Gus Dur : Usai Pemilu, Gelorakan Persatuan dan Kesatuan

"Lawan Virus Kebencian dan Kejelekan Agar Bisa Menangkal Hoaks"

SUMEDANG, (KAPOL).- Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia, Dra. Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengatakan, Pemilu 2019 sudah berakhir.

Namun, kata istri Gus Dur itu, bukan berarti pemilu sudah selesai. Tetapi, kita semua meski tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pasca pemilu masyarakat harus bisa menghadapi hadirnya bentuk hujatan, ujaran kebencian yang kadang dikemas melalui berita bohong atau hoaks,” katanya pada acara sahur bersama di Desa Nanggerang, Kec. Sukasari, Sabtu 11 Mei 2019.

Berita bohong atau hoaks, acap kali hadir yang biasanya berbarengan dengan adanya pemilu.

Bentuk masyarakat Indonesia itu majemuk dan terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, agama dan budaya.

Sehingga, sikap satu bangsa itu meski tetap ditanamkan yang artinya tak pantas saling menghujat, saling menjelekan dan saling berebutan.

“Jika kita sudah bisa melawan virus kebencian, virus saling menjelekan, maka dipastikan akan mampu menepis apa pun isi ujaran kebencian dan hoaks,” tuturnya.

Menurutnya, makna puasa bagi umat Islam adalah agar bisa berdampak adanya kejujuran, kesabaran, keadilan, saling merasakan penderitaan orang lain, tidak melakukan fitnah dan tidak menghujat.

“Marilah melaksanakan makna dan hakekat puasa dengan yang sebenar-benarnya,” ujarnya. ***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...