Jalur Mudik Lewat Salawu Belum Siap, Gelap Gulita dan Minim Rambu Lalin

SINGAPARNA, (KAPOL).-Menjelang arus mudik lebaran, jalur altenatif Jabar Selatan yakni Garut – Tasikmalaya via Salawu-Singaparna belum sepenuhya siap dilintasi pemudik. Selain minin sarana prasarana jalan seperti rambu lalu lintas dan petunjuk arah, jalur inipun hampir tiada Penerangan Jalan Umum (PJU).

Bahkan, keberadaan PJU disepanjang jalur tersebut lebih dari 90 persennya tidak menyala. Kondisi ini selalu terjadi tiap tahun dan seolah tidak pernah mendapatkan perbaikan dari pemerintah terkait.

Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Eka Putra seusai melakukan pemantauan jalur mengatakan, dari hasil pemantauan ada beberapa hal yang nantinya akan dikordinasikan dengan dinas instansi terkait. Seperti halnya yang paling mendesak persoalan sarana dan prasana penerangan jalan umum yang tidak berfungsi serta rambu lalulintas. Sehingga jalur ini masih dinilai rawa, baik kecelakaan lalulintas hingga kejahatan jalanan.

“Termasuk kita juga melihat kondisi jalan di beberapa titik yang kondisinya perlu diperbaiki. Kita akan sampaikan ke Pemerintah daerah dan Dinas terkait,” terang Dony.

Tidak berfungsinya PJU disepanjang jalur mudik alternatif Jabar selatan itu, dikatakan Dony, akan menyulitkan para pemudik terutama pada malam hari. Mengingat, kondisi jalan gelap dan lebar jalan sempit.Kondisi jalan juga berbelok belok sehingga sangat membahayakan para pengendara.

Dirinya mengharapkan, pemerintah daerah melalui Dinas Instansi terkait segera melakukan perbaikan PJU dan melengkapi sarana-prasarana yang lain sebelum H-7 lebaran. Hal ini agar pemudik nyaman dalam melakukan perjalanan dan terhindari dari hal yang tidak diinginkan.

Rahmat (32) tukang bengkel 24 jam yang bera di jalur Salawu mengatakan, keberadaan lampu penerangan jalan umum mulai perbatasaan garut hingga Singaparna diketahui banyak yang mati. Kondisi ini diketahui bila malam hari maka situasi jalanan gelap gulita. Dirinya bahkan melihat dibeberapa titik lampu PJU hilang.

“Lampu penerangan jalan banyak yang dibiarkan  mati dan tidak pernah diperbaiki. Beberapa rambu lainnya bahkan justru tertutupi baner rumah makan hingga tak terlihat dari jalan,” ujarnya.

Padahal dikatakan dia, kecelakaan lalulintas sering terjadi di jalur ini yang melibatkan pengendara roda dua maupun empat. Masyarakat berharap agar pemerintah dan aparat berwenang segera melengkapi penerangan dan rambu jalan di jalur Singaparna – Salawu – Garut. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...