Jamin Hak Pilih di Pilgub Jabar, Warga Binaan Lapas Tasik Dicoklit

TAWANG, (KAPOL).- Semua warga Jawa Barat memiliki hak untuk menyalurkan aspirasi pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jabar 2018 tidak terkecuali para narapidana yang menjalani masa tahanan di lembaga pemasyarakatan.

Untuk itu KPU Kota Tasikmalaya menyisir Lapas Tasikmalaya di Jalan Oto Iskandar Dinata untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) pada Rabu (14/2/2018). Sedikitnya ada 392 warga binaan yang dicoklit.

Komisioner KPU Kota Tasikmalaya, Khotum Khotimah mengatakan coklit data pemilih kepada ratusan narapidana itu untuk menjamin hak memilih di pilkada serentak pada 27 Juni 2018.

“Kami lakukan atas dasar hak mereka untuk mempergunakan hak pilihnya. Dari total keseluruhan sebagian ada dari luar daerah Jawa Barat, namun bagi para penghuni di sini kami jamin hak-nya terpenuhi untuk mempergunakan hak pilihnya,” katanya.

Pencoklitan yang dikebut ini, merupakan kerja bareng KPU Kota Tasikmalaya dengan Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Kota Tasikmalaya agar bisa terdata siapa saja yang memiliki hak suaranya.

“Pencoklitan ini kan syaratnya ada KTP elektronik atau surat tinggal sementara, karena itu hari ini bekerja sama dengan Disdukcapil Kota Tasikmalaya untuk mengecek sekaligus melakukan perekaman KTP elektronik bagi warga yang belum memiliki kartu kependudukan,” ujarnya.

Meski ada permasalahan teknis saat melakukan perekaman KTP-el namun tidak mempengaruhi kegiatan coklit yang dilakukan oleh KPU Kota Tasikmalaya. Melalui data manual yang telah tersedia dari tiap warga binaan dan petugas lapas, kebutuhan para pengguna hak pilihnya bisa terpenuhi.

“kendala perekaman ini karena alat dan jaringan, namun secara personel kami siap standby. kalau masalah jaringan, itu ada kendala dari pusatnya (red-Jakarta), barusan kami coba namun jaringannya lemot, ini kemungkinan modem atau akses ke Jakarta,” ujar Sekdis Disdukcapil, Mujadi.

Selanjutnya, petugas pencocokan dan penelitian data pemilih (PPDP) yang melakukan coklit hari ini akan berkoordinasi dengan PPDP asal narapidana di lapas tersebut.

“PPDP akan berkoordinasi dengan PPDP asal warga yang dicoklit hari ini, diketahui sekitar 170 warga binaan asal Kota Tasikmalaya, 120 warga asal Kabupaten Tasikmalaya, dan selebihnya merupakan warga dari berbagai daerah di Jawa Barat dan dari luar Jawa Barat,” ujar petugas PPDP Lapas, Asep Totoh. (Agus Berrie)***

Komentari