Jaringan Jalan Jabar Selatan Tidak Dilengkapi Infrastruktur Perhubungan

Oleh Suryaman AS

 

PEMERINTAH Pusat, Provisi dan kabupaten dikawsan Jabar seltan sejak tahun 2013 melaksanakan pembangunan secara masif, walaupun tingkat pergerakan arus barang dan jasa di Jawa Barat Selatan tahun 2013 s/d saat ini ralatip berkembang meskipun bila dibandingkan dengan tingkat pergerakan di Jawa Barat Utara dan Jawa Barat Tengah.

Hal ini terkait dengan peningkatan pengembangan pembangunan infrastruktur tarnsportasi darat walaupun tingkat Penyebaran penduduk ralatif lamban dan tidak beratutran dibandingkan Jawa Barat Tengahdan utara mayoritas penduduk Jabsel memilih urban ke Utara dan tengan, hal ini disebabkan kurangnya kegiatan-kegiatan yang menarik penduduk secara massif untuk beraktivitas di Jawa Barat Selatan.

Bahwa sejak dibukanya ruas jalan horisontal Pangandaran-Pelabuan Ratu dan peningkatan 3 ruas jalan vertikal interconeksi tengah selatan minat kunjungan wisata baik lokal maupun mancanegara meningkat cukup pesat terutama pada luburan panjang dan hari-hari besar seperti Idulfitri.

Terbukti ada 8 titik konsentrasi obyek wisata sehingga terjadinya kemacetan sampai denga 5-8 Km diantaranya (Cisolok-Pelabuan Ratu, Ujunggenteng-Surade, Kab. Sukabbumi, Cidaun-Sindangbarang Kab. Cianjur, Rancabuaya-Cicalobak Cikelet-Santolo-Sayanghelang Pameungpek, Karangparenje-Yayasan Cijeruk Indah Kab. Garut, Cipatujah-Pantai Pamayang Kab. Tasikmalaya dan sepanjang Graand kenyeong-Pantai Kab. Pangandaran.

Selain itu ruas jalan lintas Jabar Selatan digunakan jalur alternatif pada hari-rahi besar kondisinya cukup padat, dikernakan setiap kelaster obyek wisata yang merupakan kawasan pusat pertumbuhan (Pkwp / Pkwn) belum ditujang jaringan jalan alternatif atau jalan lingkar alternatif.

Kondisi eksisting Jalan Lintas Jabar selatan Horisontal setatus Jalan Nasional, Sesuai KEPMEN PU NO.567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Nasional, yang terdiri atas Jaringan Jalan Nasional bukan Jalan Tol, Jaringan Jalan Nasional Jalan Tol, dan Jaringan Jalan Strategis Nasional Rencana, dan Surat Keputusan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat RI No. 248/Kpts/M/2015 tentang Penetapan Ruas Jaringan Jalan Primer menurut fungsi sebagai jalan Arteri (Jap) dan Jalan kolektor-1 (Jkp-1).

Jaringan Jalan Horizontal lintas selatan sebagai bagian dari sistem jaringan jalan di Jawa Barat sepanjang 421,17 Km, yang meliputi batas Prov. Banten s/d Bagbagan 28,62 Km, Bagbagan Ujungkulon Surade 57,74 Km SuradeTgl.Buleud-Sd.Barang-Cidaun-Cilaki 134,97 Km Cilaki Rc.Buaya Cijayana -Sp.Cilauteureun 39,12 Km Sp.Cilauteureun Pameungpeuk 10,43 Km Pameungpeuk Cipatujah – Kalapagenep 83,66 Km Kalapagenep Cimerak – Pangandaran 50,25 Km Pangandaran Kalipucang 15,03 Km).

Dan Ruas Vertikal Jalan Nasional inter coneksi Tengah ke Lintas Jabar selatan meliputi : (Cibadak-Cikembar-Bangbagan Kab. Sukabumi, Soreang-Ciwideuy-Naringgul-Cidaun Kab Cianjur dan Banjar-Batas Jateng-Pangandaran) kondisinya cukup baik setelah ditangani langsung oleh pihak Kemen PUP-RI tersisa yang belum dilakukan peningktan sekitar 15% dan Jembatan yang perlu ditingkatkan secara fisik 24 unit tersebar di lima kabupaten, (Pangandaran-Cibareno) kondisinya cukup baik dan sudah ditunjang dengan infrastruktur Perhubungan (Rambu-rambu Lalain dan PJU) yang langsung ditangani oleh Dirjen Hubdar Kemenhub RI.

Ruas Vertikal Jalan setatus Jalan Provisi inter coneksi Tengah ke Lintas Jabar selatan meliputi: Jalur vertikal sepanjang 428 km yang terdiri dari beberapa ruas jalan yaitu : (Tegalbuleud Sagaranten Nyalindung) Kab. Sukabumi, (Sindangbarang Pagelaran Tanggeung Sukanagara) Kab. Cianjur, (Cidaun Naringgul Rancabali) Kab. Bandung, (Palembuhan Rancabuaya Sukarame Cisewu Talegong Pangalengan) Kab. Bandung, (Cilautereun Pameungpeuk Cikajang Garut Nagreg) Kab. Garut, (Cipatujah Karangnunggal Sukaraja Tasikmalaya) Kab. Tasikmalaya.

Kondisi jalan pada jalur vertikal tersebut cukup baik namun belum mantap karena beberapa masih krodit dan yang sangat buruk belum ditunjang infrastruktur Perhubungan yang layak, lajimnya jalan Provinsi.

Ruas jalan vertikal tersebut merupkaan jalur mudik dan wisata, hanya saja belum dilengkapi dengan fasilitas perhubungan yang memadai. Mestinya pemerintah segera menyiapkannya agar pengguna jalan lebih nyaman.

Ruas Vertikal Jalan setatus Jalan Kabupaten inter coneksi Tengah ke Lintas Jabar selatan yang tersebar di lima Kabupaten bagian selatan Jawa Barat meliputi (Kab. Pangandaran, Kab. Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab.Cianjur dan Kab. Sukabumi) bahwa kondisinya bervariativ hanya 45% kondisinya yang dikatagorikan layak.

Apabila kondisi wilayah secara fisik (Geogravis/topogravis) sangat extrim (terjal dan jurang) sehingga sering terjadinya Laka lalin yang disebabkan kurang Sarfas Lalin, baik jalan Provinsi dan jalan kabupaten tersebar di kawasan Jabar bagian selatan belum dilengkapi infrastruktur perhubungan seperti Rambu-rambu Petunjuk, Rambu-rambu peringatan, marka jalan dan kelengkapan Lalin lainya, bahwa apabila memperhatikan Undang-undang dan peraturan sepertinya yang bertanggung jawab terhadap Sarfas pendukung infrastruktur tansportasi adalah pihak Perhubungan (Dishubprov dan Dinas Perhubungan Kab), tetapi pada kennyataanya pihak Dirjenhubar dan Dishubprov/Kab. Sama sekali belum pernah adanya penampakan melakukan kegiatan di kawasan Jawa barat bagian selatan.

Bahwa apabila melihat kondisi jalan seperti itu, tata kerja intansi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggraan pelayanan dibidang tarnsportasi sungguh sangat memprihatinkan seolah-olah jalan masing-masing tidak ada sistem kordinasi yang jelas, yang seharusnya penyiapan jalan secara fisik sebelumnya harus dilakukan kordinasi tindak lanjut penanganan sarana.

Tolonglah masyarakat jabar selatan dilayani dengan hati karena masyarakat di Jabar seltan juga manusia, apalagi sebentar hari raya Idulfitri.

SURYAMAN AS. Komunitas Pemerhati Infrastruktur Transportasi selaku Aktivis Badan Pengelola Pengembangan Wilayah Jabsel***

Komentari