Jelang Iduladha, Suasana di Masjidil Haram Kian Padat

Laporan Langsung Dari Jemaah Asal Pangandaran, dr Titi Sutiamah

MAKKAH, (KAPOL).-Sepekan menjelang hari Raya Idul Adha atau Qurban, suasana kota Makkah dan Masjidil Haram sangat padat dan penuh oleh jemaah Jumat (10/8/2018).

Terbukti pada saat menjelang shalat Jumat yang dimulai sejak pukul 11.36 waktu setempat, jamaah harus sudah menyiapkan  diri sejak 2 sampai 3 jam sebelumnya. Hal itu agar mendapatkan posisi tempat salat yang diinginkan.

Jika terlambat maka jemaah akan mendapatkan tempat salat di pelataran terminal antar jemput jamaah yang jaraknya sekitar 600 meter dari Masjidil Haram.

Jemaah Asal Parigi, dr Titi Sutiamah melaporkan langsung dari tanah suci bahwa kondisi ini terjadi sejak sehari sebelumnya. Dan itu sudah disampaikan oleh KBIH kepada jamaah agar  mempersiapkan sedini mungkin agar jemaah merasa nyaman.

Sedangkan yang menjadi kendala utama kata dia  masalah kesehatan jemaah dan ini menjadi prioritas utama. Jemah harus bisa menjaga kesehatan jangan sampai terkena sakit sebelum pelaksanaan inti ibadah haji dilaksanakan.

“Dengan kondisi panas pada siang hari di atas 40 derajat celcius semua jamaah harus pandai menjaga kondisi kesehatan masing-masing terutama untuk menghadapi hari H di Arafah dan Mina,” katanya.

“Dan keluhan jemaah asal Pangandaran rata-rata flu dan batuk akibat cuaca ekstrim di Mekah,” tuturnya lagi

Dirinya mengharapkan,  seluruh jemaah asal Kabupaten Pangandaran agar dapat menjaga kondisi kesehatan dengan mengkonsumsi banyak minum air putih. Itu merupakan upaya yang baik agar kondisi jamaah tetap stabil sehingga bisa melaksanakan wukuf di Arafah dan Mina sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Komjen Kementrian Agama RI di Makkah.

“Intinya kita harus menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih,” harapnya.

Selanjutnya, untuk lokasi tempat Syai ada di lantai tiga. Biasanya relatif lengang karena membludaknya jamaah yang akan melaksanakan salat Jum’at di lantai dasar dan lantai 2, maka otoritas Masjidil Haram mengalirkan arus jamaah ke lantai 3.

“Ini menandakan bahwa kapasitas Masjidil Haram sekitar di atas 90 persen, mengingat tidak ada sudut yang kosong bahkan di lantai 3 sekalipun,” katanya.

Dirinya menambahkan, khusus tempat thawaf lantai tiga dengan posisi terbuka dan langsung dapat melihat Ka’bah pada siang hari tidak ada tempat yang kosong, mengingat akses menuju lantai 2 dan lantai 1 dari lantai 3 ditutup. Begitu padatnya kondisi ini dan dibarengi dengan cuaca yang super sekali.

“Dihimbau kepada jamaah agar tetap jaga kondisi dan dapat membaca situasi agar dapat nyaman melakukan ibadah,” tambahnya. (M.Jerry/KAPOL)***

Komentari