Jelang Pemilu 2019 RSUD Banjar Siapkan Ruang Rawat Inap Pasien Gangguan Jiwa

BANJAR, (KAPOL).– Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD RSUD) Kota Banjar sudah menyediakan 6 tempat tidur (bed) untuk pasien gangguan jiwa.

Satu bad diantaranya sudah dipergunakannya sekarang ini.

Menurut Dirut BLUD RSUD Kota Banjar, drg. Eka Lina Liandari, Senin (15/4/2019), jelang Pemilu 2019 ini, kesiapan RSU seperti biasa saja tidak ada persiapan khusus untuk penanganan kasus gangguan jiwa.

“Penanganan konsultasi, kami sudah ada 2 dokter jiwa untuk perawatan rawat jalan. Untuk ruangan inap, seperti adanya saja dan tidak ada tambahan. Semoga tidak ada yang bermasalah dan mengalami gangguan jiwa. Semua bisa bersikap ikhlas ,” ujar drg. Eka Lina Liandari kepada “KAPOL”.

Kasubag Hukum, Publikasi, Perpustakaan dan Informasi BLUD RSU Kota Banjar, Adang Permana didampingi Kepala Ruangan Tanjung khusus Pasien Gangguan Jiwa, Totong ZA, SKM dan Perawat Pasien Gangguan Jiwa, Arik E,AMK, mengatakan, ketersedian ruang rawat inap khusus pasien gangguan jiwa di Priangan Timur, dimungkinkan hanya ada RSUD Banjar selama ini.

Terbukti, dikatakan Adang, pasien gangguan jiwa yang biasa menjalani perawatan di RSU Kota Banjar ini, diantaranya berasal dari Banjar, Kab Ciamis, Kab Pangandaran dan Kab Cilacap Jateng.

Dijelaskan dia, dari 6 bad yang tersedia di Ruang Tanjung sekarang ini, sebanyak satu bad sudah dipergunakan pasien yang mengalami depresi sekarang ini.

“Jelang Pemilu 2019, tersisa 5 bad lagi untuk pasien gangguan jiwa. Lama rawat inap pasien gangguan jiwa antara 10 hari sampai 14 hari selama ini,” tutur Totong.

Menurutnya lagi, dari 6 bad itu, sebanyak dua bad ada di ruang isolasi. Yakni, khusus pasien yang baru masuk dan mau menjalani perawatan.

Sementara, 4 bad lagi diperuntukan untuk perawatan atau penyembuhan.

Dijelaskan dia, kalaupun ada pasien gangguan jiwa yang terlama dirawat itu, tak melebihi satu bulan.
“Pasien menjalani rawat inap selama ini, termasuk gangguan jiwa katagori ringan dan sedang saja,” kata Arik dan Adang.

Adapun pasien yang gangguan jiwa yang diharuskan rawat inap, dijelaskanya, jika pasien tersebut sudah membahayakan
orang lain dan dirinya sendiri.

“Ruang Tangjung di RSU Banjar diperuntukan khusus untuk pasien gangguan jiwa bersipat umum, bukan untuk caleg saja,” ujar Adang. (D. Iwan)***