Jelang Ramadan, Relawan “Baraya Kuring” Diajak Turunkan Tensi Politik

PANUMBANGAN, (KAPOL).-Penasehat relawan pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Hassanudi dan Anton yang mengatasnamakan “Baraya Kuring”, HR. Bobon Setiaji menyerukan kepada seluruh relawan untuk menurunkan tensi politik seiring memasuki bulan suci Ramadan.

Dia berharap seluruh relawan untuk saling menghormati dan menciptakan suasana Ramadan sejuk.

Seruan tersebut dilakukan saat mengajak seluruh relawan “Baraya Kuring” mancing ikan bersama sambil munggahan di Situ Cibatuagung, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Selasa (15/5/2018).

Menurut dia, seluruh relawan untuk bisa menahan diri memasuki bulan suci Ramadan. Dalam sosialisasi pasangan nomor 2 yakni Hasanah, sebaiknya dengan cara membangun dialog yang lebih konstruktif agar kesucian Ramadan tetap terjaga.

“Teman-teman harus bisa menahan diri, sosialisasi tetap dilakukan tapi dengan cara dialog. Silaturahmi di bulan puasa dan fokus pada kesucian Ramadan serta ibadah,” kata H. Bobon yang dikenal dekat dengan Calon Wakil Gubernur, Anton Charlian.

Dikatakan H. Bobon, relawan “Baraya Kuring” bukanlah struktur partai, melainkan simpatisan Anton Charlian yang merupakan ikhwan Suryalaya.

Untuk itu meski aktivitas politik semakin meningkat tensinya, namun pihaknya mencoba untuk tetap dingin dan menangkal isu-isu hoax. Sebagai ikhwan, tentunya mengedepankan silaturahmi dan menerima perbedaan pendapat dalam pilihan politik.

Pihaknya, mendorong kepada seluruh relawan agar mengsosialisasikan menjadi pemilih yang berkualitas dengan dilakukan adu gagasan dan program demi meraih kemenangan.

“Dengan demikian meski aktivitas politik meningkat, namun suasana ramadan tetap sejuk. Kami menciptakan kesejukan politik dan menjaga kesucian ramadan,” tuturnya.

H. Bobon menyadari itu, namun tetap menghindari saling menghujat lantaran beda dalam dukungan. Apalagi dalam ajaran TQN Suryalaya, mengajarkan umat yang bijak bisa menerima perbedaan, memberikan contoh nilai akhlak yang baik.

Jangan sampai menjadi politisi atau relawan yang berjuang namun bukan untuk kemaslahatan, karena menyerang satu sama lainnya. Disini pihaknya akan berperan untuk menurunkan tensi politik, ungkapnya. (Ema Rohima)***

Komentari