Jembatan Cilayung Rusak, Diduga Ada Pembiaran

JATINANGOR, (KAPOL).- Jembatan di Dusun Nengkor Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor yang juga penghubung warga Desa Sukarapih (Kec. Sukasari) dan Desa Kutamandiri (Kec. Tanjungsari), kondisinya rusak.

Terpantau, rusaknya jembatan yang terbuat dari bambu tersebut memutuskan aktivitas warga di tiga kecamatan.

Warga menilai kerusakan jembatan tersebut tak tersentuh upaya perbaikan dan berkesan ada pembiaran.

“Ini sudah jelas ada pembiaran, buktinya sejak kali pertama jalan tersebut rusak, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan berupa bantuan dari pemda. Akhirnya, secara swadaya dibangun jembatan bambu oleh warga,” ucap warga Desa Cilayung, Agus Bustanul (42) kepada “KP”, Senin (25/2).

Dikatakan, belum lama ini jembatan berbahan bambu tersebut ambruk, dan sudah jelas memutuskan akses warga.

Aneh, menurut Agus, kerusakan jalan atau jembatan tersebut terjadi sudah sejak lama dan tampak dibiarkan begitu saja.

“Ironis, wilayah Jatinangor yang notabene kawasan perkotaan dan pendidikan, masih ada jembatan berbahan dasar bambu,” kata Agus.
Ia berharap agar pemda menindaklanjuti keluhan warga yang sudah jelas itu akses warga di tiga kecamatan.

Banyak pengendara yang melintasi jalur tersebut, kini mereka tak bisa memakai jalur itu, karena jembatannya rusak.

Bahkan, jalur tersebut acap kali menjadi perlintasan alternatif ketika Jalan Raya Jatinangor-Tanjungsari kondisinya macet.

“Jika dibiarkan maka akan semakin serius kerusakannya, karena jembatan hanya dibangun alakadarnya,” tuturnya.

Ia memastikan akan segera ada solusi, jika pemda merespons keluhan warga.

Langkah perbaikan pun sudah ada, namun ya seperti biasa bersifat alakadarnya dan menggunakan bambu.

Sebelumnya, Kades Cilayung, Uyun mengaku sudah bosan melayangkan surat ke pemda terkait solusi perbaikan.

“Sudah beberapa kali saya menyurati pemda, namun apa daya belum juga ada langkah perbaikan,” katanya.

Kades Sukarapih, Setiawan Saputra menilai kerusakan jalur itu tampak seolah ada pembiaran dari pemda.

“Ya diduga pembiaran, karena kerusakannya sudah terjadi bertahun-tahun dan sampai sekarang pun tak ada langkah perbaikan secara permanen,” ucap Setiawan. (Azis Abdullah)***

Diskusikan di Facebook