Kabeuki Coffe Temukan Jawara “Paninyuh” Kopi

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Meramu kopi tidak asal menyeduh kopi dengan air panas saja. Namun lebih dari itu, ada seni dan sentuhan khusus agar kopi bisa terasa nikmat saat diseruput.

Butuh jurus dan keahlian khusus agar kopi yang diseduh bisa terasa nikmat di lidah dan meninggalkan kesan luar biasa bagi para penikmat kopi.

Siapakah jawara peracik atau “paninyuh” kopi handal di Tasikmalaya, Kabeuki Coffe Cake and Resto mengadakan lomba “paninyuh kopi” pada “Gelaring Munggaran” atau Grand Opening Kabeuki Coffe Cake and Resto di Jalan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya pada Ahad (10/12/2017).

Ada 12 peracik atau Barista di Tasikmalaya dan Banjar yang ikut “duel” menunjukkan keahliannya dalam meracik kopi hingga menghasilkan cita rasa kopi yang nikmat. Mereka saling adu kebolehan dalam menyeduh kopi hingga menghasilkan rasa berkualitas.

Rasa, kompleksitas rasa, konsistensi rasa, cara mencampur kopi salah satu yang menjadi patokan dalam menentukan siapa paninyuh kopi unggul. Para peracik kopi saling adu kebolehan satu lawan satu di hadapan juri yang datang diantaranya dari Kabeuki, Tangkal Kopi dan Bareto Coffe. Hingga akhirnya juri menemukan dua peracik kopi handal yang masuk ke duel final.

Dan pada akhirnya, Agung Kustiadi dari Tangkal Kopi berhasil menjadi jawara paninyuh kopi dan Ujang Nurulita dari Kopi Teduh menjadi juara kedua. Keduanya mendapatkan trofi, sertifikat dan uang Kadeudeuh dari Kabeuki Coffe, Cake and Resto sebagai penyelenggara lomba.

Roni salah seorang juri lomba dari Tangkal Kopi mengakui tidak mudah untuk menentukan siapa yang harus menjadi jawara. Pasalnya para peracik kopi yang ikut lomba semuanya sangat jago dalam meramu dan meracik kopi hingga menghasilkan rasa yang nikmat.

“Luar biasa para peserta itu sangat mahir dalam meracik kopi ada yang sudah memiliki rumus andalan, sampai kami kesulitan dalam menentukan siapa jawaranya,” kata Roni.

Roni juga mengakui Kabeuki Coffe, bisa mengangkat nama Tasik di bidang kopi, karena memiliki lokasi yang berbeda dengan tempat ngopi lainnya yang ada di Tasik. Di Kabeuki ada ruangan ini door dan out door yang bisa memanjakan para penikmat kopi. Sehingga gerakan ngopi di Tasik bisa lebih asyik.

Jawara Paninyuh Kopi, Agung Kustiadi mengaku bangga bisa terpilih menjadi jawara dalam meracik kopi. Perkenalannya dengan kopi dua tahun lalu membuat dirinya jatuh cinta dengan kopi dan pada akhirnya tertantang untuk bisa meracik kopi nikmat.

“Ini lomba pertama yang diikuti dan alhamdullilah menjadi jawara,” katanya.

Ia juga mengatakan kalau lokasi ngopi di Kabeuki berbeda dengan tempat ngopi lainnya. Sehingga ada nuansa beda dalam menikmati secangkir kopi.

Panitia Lomba, Deni Ramdani Sagara mengatakan, untuk bisa menghasilkan cita rasa kopi yang nikmat ternyata butuh peracik kopi yang handal. Tidak asal ninyuh begitu saja, tetapi ada teknik-teknik tertentu dan itu dibuktikan oleh para peracik kopi dalam lomba.

” Selamat kepada para juara dan para penggerak kopi di Tasik, semoga semakin maju dan berkembang. Gerakan “Ngopi di Tasik” bisa semakin gebyar lagi dengan hadirnya Kabeuki ini. Dan Kota Tasik bisa menjadi lokasi tujuan dalam menikmati secangkir kopi nikmat,” katanya.

Ia mengajak semua peracik kopi di berbagai tempat ngopi yang ada di Tasik bisa lebih kreatif lagi dalam menyajikan kopi nikmat, bisa saling menguatkan saling membesarkan dan saling mempromosikan satu dalam lain sehingga Tasik bisa menjadi ikon dalam bidang kopi. (Abdul Latif)***