Kapolres Banjar Minta Warga Tak Terpengaruh Isu Provokatif

Safari Ramadan dan Salat Tarawih di Pesantren Miftahul Khoer

BANJAR, (KAPOL).- Safari Ramadhan Polres Banjar bersama jajaran Polsek terus berupaya membuat situasi kondusif dan aman di wilayah hukum Kota Banjar.

Tepatnya, setelah Pemilu 2019 dan saba masjid dan pondok pesantren pun semakin ditingkatkan belakangan.

Terbaru, saat acara manaqiban, buka puasa bersama dan tarawih di Pesantren Miftahul Khoer Kecamatan Banjar Kota Banjar, Rabu (15/5/2019).

Kapolres Kota Banjar, AKBP Yulian Perdana, menghimbau warga Banjar tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu provokatif, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

Seperti isu pengumpulan masa untuk membuat gaduh atau menuntut kecurangan dalam pemilihan Pileg dan Pilpres tahun 2019 atau bahasa yang sedang trend “People Power”.

Kapolres berharap warga Banjar bisa membedakan mana ajakan yang benar dan ajakan yang membuat kacau keadaan Negara

“Kalau people power untuk membangun mesjid yah kita dukung people power, tapi kalau people power untuk membuat gaduh, kita bersama-sama untuk mencegah. Saat ini yang harus ada bukan peopel power tetapi Power of Allah,” ujarnya.

Menurutnya, momen Bulan Ramadan ini sewajarnya suasana sejuk, memperbanyak talisilaturahmi dan ukuwah islamiyah

Pimpinan Ponpes Miftahul Khoer, KH Dede Khoer Afandi, memberikan respon positif dan menegaskan menolak upaya inkonstitusional dengan kedok People Power.

“Muslim yang beriman harus setia kepada NKRI dan Pancasila serta UUD 1945,” katanya.

Acara Manaqiban, Buka Puasa Bersama dan Tarawih di Pasantren Miftahul Khoer Kecamatan Banjar Kota Banjar ini dihadiri Madrasah TQN Kota Banjar, Pimpinan dan Pengurus Pesantren Miftahul Khoir serta hadirin lainnya.

Ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, mengajak seluruh masyarakat kembali jalin silaturahmi, setelah sempat berbeda pilihan Pemilu 2019.

“Saatnya kita kembali bersatu dan eratkan silaturahmi, apalagi ini bulan suci. Jangan dikotori provokasi yang dapat memperkeruh situasi dan tidak aman Kota Banjar kedepan,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Banjar bersama Ketua MUI Kota Banjar dan Ketua DKM sepakat untuk menolak tindakan inkonstitusional, mobilisasi massa (people power). Ini penting untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan. (D.Iwan)***

Diskusikan di Facebook