Kapolres Garut Santuni 50 Siswa dan Duafa 

TARKA, (KAPOL).-Dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke 73, jajaran Kepolisian Resort (Polres) Garut terus melakukan kegiatan bakti sosial.

Setelah sebelumnya membantu tiga anak penderita bibir sumbing untuk menjalani operasi, kini giliran siswa tak mampu dan kaum dhuafa di wilayah Desa Mekarjaya Kecamatan Tarogong Kaler yang mendapatkan bantuan.

Bantun diberikan langsung Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda Asep Saepudin dan Kepala Desa Mekarjaya, Asep Rebit di Yayasan Alfarizi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (19/6/2019).

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menyebutkan rangkaian peringatan HUT Bhayangkara tahun ini memang lebih difokuskan kepada kegiatan yang bersifat bakti sosial.

Kegiatan ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Kita ingin kegiatan yang dilaksanakan bear-benar menyentuh masyarakat secara langsung. Ada berbagai jenis kegiatan sosial yang kita laksanakan dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke 73 ini,” ujar Budi.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Desa Mekarjaya ini tutur Budi, pihaknya memberikan santunan kepada 50 siswa kurang mampu .

Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah lengkap dengan peralatan lainnya seperti buku dan alat tulis lainnya.

Dikatakannya, berdasarkan laporan kepala desa setempat, di daerah tersebut memang masih banyak warga yang kurang mampu.

Anak-anak dari warga kurang mampu tersebut banyak yang menjadi siswa dan santri di Yayasan Alfarizi tanpa dipungut biaya apapun oleh pihak yayasan.

Selain 50 siswa kurang mampu, Budi juga menyamapikan bantuan juga diberikan kepada puluhan kaum dhuafa dan jompo. Bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini akan terus dilaksanakan di beberapa tempat lainnya dengan harapan masyarakat bisa benar-benar merasakan kehadiran Polri.

Hal ini bukan hanya Polri sebagai aparat keamanan dan penegak hukum tapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Tidak hanya dilaksanakan oleh Polres saja tapi kegiatan bakti sosial juga dilaksanakan oleh seluruh jajaran polsek yang ada di Kabupaten Garut ini. Kita lebih memilih kegiatan yang bersifat pendekatan kemanusiaan agar lebih menyentuh dan dirasakan masyarakat manfaatnya,” katanya.

Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda Asep Saepudin menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan jajaran Polres Garut yang telah membantu warga kurang mampu di daerahnya. Kepeduilian yang ditunjukan jajaran Polres Garut dibawah pimpinan langsung Kapolres AKBP Budi Satria Wigunan ini menurutnya disambut baik warga.

“Jajaran Polsek Tarogong Kaler sangat menyambut baik sekaligus mengapresiasi inisiatif dari Pak Kapolres Garut untuk memberikan bantuan kepada warga di daerah kami yang kurang mampu. Ini sangat membantu kami dalam upaya pendekatan terhadap masyarakat,” komentar Asep.

Ungkapan senada juga dilontarkan Kepala Desa Mekarjaya, Asep Rebit. Ia menambahkan sangat tersentuh dengan kepedulian yang diberikan Kapolres Garut terhadap warganya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur ada kepedulian yang ditunjukan Bapak Kapolres terhadap warga kami yang memang masih banyak yang kurang mampu. Ini sebuah langkah nyata kepolisian dalam menjaga sinergitas melalui kegiatan kemanusiaan selain langkah lainnya sebagai penegak hukum,” ucap Rebit.

Donor Darah
Pada hari yang sama, jajaran Polres Garut juga menggelar kegiatan donor darah di aula Mumun Surachman. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu PMI Garut dalam penyediaan stok darah yang tingkat kebutuhannya di Garut ini memang cukup tinggi.

Budi berharap kegiatan donor darah ini bisa membantu mereka yang sangat membutuhkan darah termasuk para penderita thalasemia yang jumlahnya di Garut lumayan banyak. Pihaknya mendapatkan informasi jika penderita thalasemia di Garut sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan darah padahal hal itu sangat vital bagi mereka.

“Prihatin juga dengan masih adanya penderita thalasemia di Garut yang harus keliling ke sana ke mari untuk mencari darah terutama golongan darah tertentu. Seperti yang terjadi minggu lalu dimana ada orangtua yang membawa anaknya yang menderita thalasemia datang ke SPKT Polres Garut untuk mengeluhkan sulitnya mendapatkan darah golongan AB,” kata Budi.

Dalam kesempatan tersebut Budi pun mempersilahkan orang tua penderita thalasemia di Garut yang membutuhkan pendonor darah untuk minta bantuan ke Polres Garut. Pihaknya menurut Budi akan merasa sangat senang bila bisa membantu para penderita thalasemia dalam hal penyediaan darah.

“Bagi para penderita thalasemia, setetes darah itu sangatlah besar manfaatnya karena jika mereka sampai telat ditransfusi daarah, ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi mereka. Makanya di sini kami membuka diri bagi para orang tua yang membutuhkan darahnya untuk anaknya yang menderita thalasemia untuk minta bantuan ke sini (Polres),” ujar Budi. (Aep Hendy S)***

Keterangan Foto :
Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna memberikan santunan kepada 50 siswa serta puluhan kaum dhuafa dan jompo yang ada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler.

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...