oleh

Karang Taruna Joglo Tangkal “Bank Keliling” dengan Polybag

KADIPATEN, (KAPOL).- Warga di Dusun Joglo, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya sangat bahagia.

Mereka bisa panen sayuran dari hasil program gerakan menanam di polybag yang diluncurkan dua bulan lalu.

Warga sangat bahagia, karena dengan hasil panen itu selain bisa mengkonsumsi juga bisa menjual.

Adapun menanam di polybag itu, dipelopori oleh pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna Dusun Joglo.

“Gerakan ini sudah berjalan dua bulan. Semoga menjadi motivasi bagi masyarakat. Semangat warga sudah terlihat, mereka merawat tanamannya hingga panen,” kata Wakil Ketua Karang Taruna, Ridwan kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, masyarakat hanya tinggal merawat saja, karena untuk polybag dan bibit disiapkan.

Bahkan dalam perawatan didampingi hingga ke waktu panen. Diharapkan program ini menjadi penghasilan tambahan warga dan tercukupi pangan.

Tujuan lainnya, memutus kebiasaan warga dalam kebiasaan meminjam ke rentenir atau dikenal dengan Bank Keliling.

Selain bertanam di polybag, program lainnya yakni Kredit Tanpa Bunga dan Bank Sampah.

Dimana jika masyarakat ada kebutuhan mendadak, tidka harus lagi ke bank keliling.

Namun bisa langsung ke Karang Taruna, untuk meminjam dan tanpa bunga melainkan hanya disiapkan kotan infak

Program lainnya lagi yakni Bank Sampah. Dimana program ini sebagai upaya penanggulangan sampah demi terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat.

Dalam hal ini Karang Taruna melakukan pengolahan jenis sampah yang bernilai ekonomis, dan berujung pada pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini, merupakan ikhtiar melakukan upaya produktif dan konsentrasi penyelesaian sampah. Masyarakat sadar akan kebersihan lingkungannya, melalui bank sampah.

“Untuk menjalankan program itu, Karang Taruna memanfaatkan anggaran yang berasal dari iuran anggota dan keuntungan dari penjualan sampah serta sayuran polybag,” kata dia.

Dikatakan Ridwan, saat ini Karang Taruna memiliki anggota sebanyak 800 orang. Jumlah tersebut termasuk para pemuda dan pemudi asal Joglo yang tinggal di kota.

Dalam setiap tahunnya, anggota membayar iuran sebesar Rp 5.000 per bulan.

Nah, anggaran tersebut yang digunakan Karang Taruna dalam menjalankan program-programnya. Selain anggaran dari iuran, juga ada anggaran yang didapat hasil dari usaha karang tarun, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 6 Desa Cibahayu, Yanyan Herpian mengapresiasi program yang dilakukan karang taruna. Terlebih program karang taruna buka hanya itu saja, karena karang taruna juga memiliki program sosial yakni santunan kepada anak yatim piatu dna jompo. Program itu secara rutin dilaksanakan dengan anggaran swadaya.

“Semoga program-program tersebut terus berjalan dan lebih meningkat lagi,” ungkapnya. (KP-04)***

Komentar

News Feed