Kata Warga, Ombak Tsunami Tingginya 10 Meter

SERANG, (KAPOL).- Gelombang pasang yang menghantam kawasan wisata Anyer – Cinangka telah memporak-porandakan daerah yang berbatasan langsung dengan Pandeglang tersebut. Ratusan bangunan, kendaraan roda empat dan dua turut hancur dalam bencana air bah tersebut.

Salah seorang korban Akhmad (48), mengaku menyaksikan langsung bagaimana ganasnya ombak laut selat Sunda tersebut mengoyak daratan. “Ombak tingginya 10 meter lah itu yang sampai ke darat,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi, Ahad (23/12/2018).

Akhmad bukan merupakan warga sekitar. Ia hanya pengendara yang kebetulan singgah di wilayah Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka. Perjalanannya ke Serang bersama rekannya David (52) untuk melakukan survey mencari tempat penginapan yang akan dijadikan untuk acara tahun baru.

“Saya sampai disini sebelum magrib, terus saya shalat dulu. Habis shalat saya istirahat. Karena melihat kondisi cuaca yang enggak memungkinkan akhirnya kita istirahat disini. Saya bertiga, dari Jakarta,” katanya.

Menurut dia, gelombang pasang itu terjadi dalam tiga hentakan yang dimulai pukul 21.30 WIB. Diawali dengan ombak kecil, agak besar dan besar dengan sekali hantaman. “Saya saksinya air 10 meter, sampai kesana itu (bukit) air ngejar. Air langsung surut secepat mungkin enggak ada 1 menit. Kalau istilah orang laut 33 Knot per jam,” tuturnya.

Melihat marabahaya mengancam tanpa pikir panjang Akhmad langsung berlari ke atas bukit. Dirinya memutuskan keluar dari mobilnya dan terus berlari. “Saya enggak lihat jalan langsung lari saja ke semak semak,” ucapnya.

Pascakejadian dirinya menemukan mobilnya sudah terseret jauh dari lokasi asalnya. Jalan yang dilaluinya pun sudah terputus dipenuhi puing bangunan. “Lumpuh tadi pagi tidak lama datang BPBD, Basarnas, polri dan Brimob serta TNI,” katanya.

Bahkan ketika pagi hari ia pun sempat membantu warga setempat mencari korban jiwa. “Saya juga bantu nemuin anak yang jadi korban jam 7 pagi, dia nyangkut di kolam renang,” katanya. (DN/KB)***